MALANGTIMES - Rocky Gerung dan Mahfud MD. Tentunya khalayak umum akan memosisikan keduanya di dua sisi yang berbeda. Terutama di dalam pusaran politik yang begitu kuat seperti saat ini.
Rocky yang terbaca khalayak umum berseberangan dengan pasangan calon 01 dan kerap melakukan kritik kerasnya. Sedangkan Mahfud MD yang sempat akan menjadi cawapres Jokowi tapi gagal, bagi khalayak umum, dianggap berada di barisan paslon 01.
Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya
Penilaian begitu kental khalayak umum ini melahirkan persepsi kuat bahwa keduanya ibarat air dan minyak. Tidak bisa dicampur dan saling melebur satu sama lainnya.
Tapi persepsi tersebut menjadi kabur saat kedua tokoh ini saling melempar pujian. Baik melalui media mainstream maupun lewat akun media sosial (medsos) yang dimiliki keduanya.
Awal Februari 2019 lalu, kepada media, Rocky sempat menyampaikam pujiannya atas sosok guru besar Fakultas Hukum UII Yogyakarta itu. Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi yang juga pemikir sosial ini menyatakan, banyak terobosan yang dilakukan Mahfud di banyak jabatan yang pernah dipegangnya.
"Ada yang otentik dari pemikiran Pak Mahfud. Saya berharap Pak Mahfud sebenarnya yang menjadi capres atau cawapres di Pemilu 2019," kata Rocky yang secara terang-terangan mempromosikan Mahfud untuk menjadi pemimpin negeri ini.
Rocky melanjutkan, dirinya bahkan bersiap menjadi bagian dari tim sukses bila Mahfud menjadi kandidat di dalam pemilu. "Saya akan jadi tim suksesnya. Saya nggak akan jadi pesaing," ujarnya.
Sayangnya jalan politik berbelok. Mahfud terlempar dari cawapres Jokowi di saar detik-detik terakhir pengumuman tentang sosok yang akan mendampingi petahana 01 ini.
Pujian Rocky tersebut dibalas Mahfud dengan hal serupa. Saat masyarakat dibelah dua, yakni satu pihak memosisikan Rocky sebagai sosok yang hanya bisa melakukan kritik dan bermasalah dengan pemerintah saat ini, Mahfud mementahkan dan mematahkan persepsi khalayak umum yang berseberangan dengan Rocky.
"Saya sudah lama mengenal Rocky. Rocky Gerung orang baik dan selalu bersikap bebas. Waktu di MK (Mahkamah Konstitusi) saya senang kalau Rocky yang dihadirkan sebagai ahli oleh pihak yang berperkara karena mempertajam analisis untuk membuat vonis," ucap Mahfud dalam akunnya.

Dirinya melanjutkan: "Terkadang kita berbeda pendapat, tapi kami selalu objektif untuk paham sikap masing-masing."
Baca Juga : Enam Gunung Erupsi Nyaris Bersamaan karena Cari Kestabilan Baru
Bahkan Mahfud juga secara terus terang menyampaikan, kimia intelektual mereka cocok dan bisa saling bersinergi. "...sudah lama menjadi teman berdiskusi dan saling menghormati. Kami sering satu meja di berbagai kota dan di studio televisi membahas isu kebangsaan," tulisnya.


Bahkan saat Rocky dipanggil kepolisian terkait laporan penistaan agama karena menyebut kitab suci adalah fiksi, Mahfud di hadapan media menyatakan kebingungan atas hal tersebut. Sebab, baginya kepolisian akan kesulitan menerapkan pasal dalam laporan tersebut karena Rocky menyebut kitab suci fiksi dalam arti dan konsep tertentu menurut dia.
"Dalam metodelogi ilmu, memahami satu istilah itu harus dikaitkan dengan maksud konseptual yang dipakainya," tulis Mahfud.

Rocky sendiri dengan gaya khasnya setelah dimintai keterangan oleh kepolisian menyampaikan bahwa seharusnya laporan atas dirinya tersebut tidak dibawa ke kepolisian. "Tapi dibawa ke sidang seminar," ujarnya.
