MALANGTIMES - Kepala Desa (Kades) Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) secara tegas menyampaikam bahwa seluruh berita terkait dirinya dalam persoalan pembangunan jembatan Gunung Sudo itu bohong.
Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/01/2019) Soemidjan yang terpilih dua kali menjadi kades tersebut, secara blak-blakan menyampaikan persoalan yang membuatnya dipanggil oleh Inspektorat Kabupaten Malang. Sekaligus membuat dirinya merasa tidak enak hatinya dengan pihak Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang yang juga kena getahnya.
Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang
"Saya sampaikan itu semua bohong. Sama dengan yang saya sampaikan juga ke pihak Inspektorat dan Dinas PU Bina Marga. Itu berita bohong," tegas Soemidjan kepada MalangTIMES.
Pernyataan Soemidjan tersebut didasarkan karena dirinya jengah dan tidak pernah menyampaikan pernyataan seperti yang diberitakan beberapa hari lalu.
Di beberapa media ditulis, bahwa pembangunan jembatan Gunung Sudo bermasalah. Pertama, pembangunan belum selesai tapi pihak kontraktor telah pergi begitu saja. Kedua, dirinya ditulis juga mendapat telepon dari Dinas PU Bina Marga agar pembangunan diselesaikan melalui anggaran desa.
Dalam isi berita tersebut, bahkan Soemidjan lah yang memaparkan persoalan tersebut kepada media. Padahal, ucap Soemidjan, "Tidak ada media atau wartawan yang menemui saya. Baik di balai desa atau rumah pribadi saya. Tidak ada. Makanya, kok tiba-tiba saya ada di berita dan menyatakan hal tersebut. Foto saya yang dipakai juga saya tidak tahu foto kapan itu," ucapnya.
Soemidjan melanjutkan, mengenai pernyataannya di berita tersebut, dimana dirinya memberikan pernyataan diintervensi dan dijanjikan anggaran dari tahun 2019 oleh pihak Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Agar menyelesaikan pembangunan jembatan Gunung Sudo, adalah kebohongan.
"Saya tidak pernah bertemu atau telepon pak Sabar (Kabid Bina Teknik Dinas PU Bina Marga). Begitu juga sebaliknya. Jadi pernyataan saya yang ditulis itu juga bohong. Tidak ada intervensi atau janji tentang itu dari Bina Marga," tegasnya.
Tidak berhenti di situ saja, beredar kabar bahwa anggaran pembangunan jembatan Gunung Sudo yang dibiayai oleh APBD 2018 melalui PAK ternyata tidak diakui oleh Soemidjan. Dirinya menurut kabar menyampaikan di musyawarah desa (musdes) bahwa anggaran tersebut dibiayai oleh Dana Desa (DD).
Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf
Sontak saja Soemidjan semakin geleng kepala. Dengan tegas juga dirinya menyatakan, tidak ada musdes terkait persoalan tersebut. "Apalagi saya menyampaikan itu dari DD. Bohong itu, tanya saja ke perangkat desa semua ada tidaknya itu semua. Saya tidak berani main-main dengan DD," ucapnya dengan santai.
Di Inspektorat Kabupaten Malang, saat dirinya dipanggil terkait persoalan tersebut (Jumat, 25/01/2019) lalu, Soemidjan juga menyampaikan berbagai fakta dan data yang sesungguhnya. "Saya santai saja, mas. Memang tidak salah dan tidak ngomong yang ada di berita itu. Saya sampaikan apa adanya dan bisa dicek kok," ujarnya.
Disinggung mengenai pihak lain yang mencatut namanya dalam persoalan tersebut, Soemidjan tidak ingin memperpanjang masalah yang ada. Kades dua periode yang dikenal baik dengan masyarakatnya tersebut, hanya mengatakan, dimungkinkan ada orang yang tidak menyukai dirinya.
"Mungkin ada orang-orang yang tidak suka saya. Terus buat seperti ini. Yang pasti saya tidak pernah diwawancarai media atau wartawan tentang ini," pungkas Soemidjan.
