Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Jumlah Siswa Kurang, Bupati Sanusi Segera Gabungkan SDN 1 Pulungdowo ke Sekolah Terdekat

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

27 - Jan - 2026, 08:26

Placeholder
Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Malang Anis Zaidah Sanusi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan saat berkunjung ke SDN 1 Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Senin (26/1/2026). (Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang)

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi berencana segera melakukan merger atau penggabungan SDN 1 Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang ke sekolah terdekat dikarenakan jumlah murid yang kurang dari 60 anak atau lebih tepatnya hanya memiliki murid 51 anak mulai kelas satu sampai enam. 

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menyampaikan, bahwa upaya penggabungan SDN 1 Pulungdowo ke sekolah terdekat merupakan upaya Pemkab Malang dalam menghadirkan layanan fasilitas pendidikan yang efektif dan efisien. Sehingga dapat menciptakan anak didik yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. 

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Selasa Wage 27 Januari 2026: Hindari Bepergian Jauh

"Pemerintah Kabupaten Malang memberikan perhatian serius terhadap sekolah-sekolah dengan jumlah peserta didik yang sangat terbatas. Sekolah dasar dengan jumlah siswa di bawah 60 orang akan segera dilakukan penggabungan atau merger dengan sekolah terdekat," ungkap Sanusi, Senin (26/1/2026). 

Menurut Sanusi, langkah penggabungan SDN 1 Pulungdowo ke sekolah terdekat merupakan upaya yang tepat untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Malang. Pasalnya, melalui kebijakan penggabungan sekolah ini proses pembelajaran akan berjalan secara efektif dan efisien. 

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa kebijakan penggabungan sekolah di Kabupaten Malang bukanlah kebijakan yang tergesa-gesa. Melainkan, semuanya telah melalui proses kajian mendalam yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang bersama tim. 

"Kebijakan merger tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan melalui kajian teknis dan sosial yang matang, dengan mempertimbangkan jarak tempuh siswa, aksesibilitas, serta kesiapan sarana dan prasarana sekolah penerima," kata Sanusi. 

Baca Juga : Bupati Sanusi Targetkan Seluruh Siswa di Kabupaten Malang Miliki Rata-rata Nilai 90 di 2026

Disinggung berapa jumlah sekolah pada jenjang SD dan SMP yang akan digabung di Kabupaten Malang, Sanusi mengaku masih belum mengetahui secara pasti. Pasalnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang masih melakukan proses kajian mendalam. "Ini masih kita survei dulu. Kalau di sini (SDN 1 Pulungdowo) termasuk sedikit karena kurang dari 20 anak dalam satu kelas," tutur Sanusi. 

Sementara itu, sebelumnya dalam kunjungan kerjanya, Sanusi telah memberikan sinyal positif penggabungan beberapa sekolah ke sekolah terdekat di wilayahnya masing-masing. Di antaranya SDN 2 Tumpukrenteng Turen yang memiliki 31 siswa dan SDN 3 Toyomarto Singosari yang memiliki 46 siswa.


Topik

Pemerintahan Merger Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Pemkab Malang merger sekolah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Sri Kurnia Mahiruni