JATIMTIMES - Komitmen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang dalam menjaga arah pendidikan keagamaan tidak berhenti di meja regulasi. Belum lama ini, Kemenag Kota Malang hadir langsung dalam Wisuda Al-Qur’an Metode Yanbu’a Yayasan Pendidikan Baitul Makmur di salah satu hotel di Kota Malang. Kehadiran Kemenag Kota Malang ini menegaskan keterlibatan aktif negara dalam pembinaan generasi Qur’ani.
Sebanyak 150 santri wisudawan dan wisudawati dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti prosesi tersebut. Mereka diuji secara terbuka atas hafalan Al-Qur’an yang telah ditempuh, mulai dari satu juz hingga 30 juz, di hadapan publik dan orang tua.
Baca Juga : Kronologi Kajari Magetan Dezi Septiapermana Dicopot Kejagung sebelum OTT KPK di Madiun
Kepala Kantor Kemenag Kota Malang yang diwakili Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Sukirman menegaskan bahwa kehadiran Kemenag dalam kegiatan semacam ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kelembagaan dalam memastikan pendidikan Al-Qur’an berjalan bermutu dan berkelanjutan.
“Kemenag tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi sebagai mitra pembinaan. Pendidikan Al-Qur’an harus dijaga kualitasnya karena di sanalah fondasi karakter generasi dibentuk,” kata Sukirman.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap Yayasan Pendidikan Baitul Makmur yang konsisten menyelenggarakan wisuda tahfidz hingga ke-14. Menurutnya, konsistensi tersebut mencerminkan keseriusan lembaga dalam menjalankan pembinaan Al-Qur’an secara sistematis, bukan sekadar seremonial.
“Di tengah tantangan zaman yang makin kompleks, lembaga seperti Baitul Makmur adalah mitra strategis Kemenag dalam menjaga ruh keislaman generasi. Ini bukan kerja simbolik, tapi kerja peradaban,” ujarnya.
Sukirman juga memberikan penghargaan kepada para santri penghafal 15 hingga 30 juz. Ia mengingatkan bahwa kemuliaan Al-Qur’an terletak pada proses belajar dan mengajarkannya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Khoirukum man ta‘allamal Qur’ana wa ‘allamahu.”
Pelaksanaan Ujian Terbuka Metode Yanbu’a dan Tahfidz dinilai Kemenag sebagai model pembinaan ideal. Seluruh santri diuji di hadapan publik sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban mutu pendidikan.
“Kami mendorong lembaga pendidikan Islam agar berani menampilkan kualitasnya secara terbuka. Standar yang jelas dan pembinaan berkelanjutan adalah kunci,” ujar Sukirman.
Baca Juga : Pemkot Malang Tak Mau Nunggu, Mobil Pajak Keliling Diterjunkan
Dukungan terhadap penguatan pendidikan berbasis nilai juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwarjana. Ia menilai langkah Kemenag dalam membangun ekosistem pendidikan keagamaan sejalan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
“Pendidikan yang kuat adalah pendidikan yang membentuk karakter. Apa yang dilakukan Kemenag bersama Baitul Makmur ini patut diperluas,” kata Suwarjana.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Baitul Makmur, Rolla Gino Pribadi, menegaskan bahwa sinergi dengan Kemenag menjadi pijakan utama dalam menjaga kualitas pendidikan Al-Qur’an.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Pendampingan dan arahan dari Kemenag memastikan pembinaan Al-Qur’an tetap berada pada jalur yang benar dan bermutu,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan orasi ilmiah Prof. Dr. H. Imam Suprayogo yang menekankan dimensi ruhani dalam pendidikan. Ia menyebut Al-Qur’an sebagai fondasi pembentukan manusia beriman, bukan sekadar materi hafalan.
