JATIMTIMES - Nama Willie Salim kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Kreator konten tersebut menjadi sorotan setelah muncul tudingan bahwa sejumlah giveaway yang pernah ia unggah disebut-sebut hanya settingan. Narasi itu membuat namanya menjadi trending dalam penelusuran Google pada Minggu (25/1/2026) sore.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Willie Salim akhirnya angkat bicara. Klarifikasi disampaikan langsung melalui unggahan Instastory pribadinya. Ia mengaku jarang merespons isu yang beredar di media sosial, namun kali ini merasa perlu meluruskan agar informasi yang beredar tidak semakin liar.
Baca Juga : Tiket Mudik Kereta Api Lebaran 2026 Resmi Dijual Mulai Hari Ini, Berikut Jadwal dan Cara Belinya
Willie mengawali penjelasannya dengan mengungkap realita dunia konten digital yang menurutnya memiliki banyak pendekatan penyampaian cerita. Ia menyebut ada format tertentu yang sering digunakan kreator untuk mengemas pesan agar lebih menarik.
"Di dunia konten, ada yang namanya storytelling dramatization, dan reenactment. Itu adalah format hiburan untuk menyampaikan cerita, bukan niat untuk menipu atau merugikan siapa pun," kata Willie Salim, dikutip Minggu (25/1/2026).
Ia menegaskan, sejak awal dirinya tidak pernah memiliki niat buruk dalam menjalankan giveaway. Willie menyebut prinsip yang ia pegang adalah tidak merugikan siapa pun, terutama terkait hadiah yang dijanjikan dalam konten.
"Satu prinsip yang aku pegang, aku tidak pernah berniat membohongi soal hadiah atau merugikan orang. Kalau dalam perjalanan ada perbedaan antara yang disampaikan di konten dan yang terjadi di lapangan, itu jadi bahan evaluasi buat aku," lanjutnya.
Willie juga menjelaskan bahwa konten yang kini kembali diungkit oleh publik sebenarnya merupakan unggahan lama. Ia menyebut konten terkait giveaway tersebut dibuat pada tahun 2023 dan menjadi bagian dari proses pembelajaran dirinya sebagai kreator.
"Dan itu bagian dari proses belajar aku," tambah Willie.
Di tengah klarifikasinya, Willie Salim menegaskan bahwa ia sangat terbuka terhadap kritik dan masukan dari publik. Namun, menurutnya ada batas yang tidak seharusnya dilanggar. Ia menyoroti aksi-aksi yang sudah mengarah pada ancaman, seperti doxxing dan penyebaran data pribadi.
Ia menilai, ketika kritik berubah menjadi tindakan mendatangi rumah seseorang hingga membuat orang merasa tidak aman di ruang hidupnya sendiri, hal itu sudah bukan lagi kritik yang sehat.
Dalam pernyataannya, Willie juga menyinggung fokus berkaryanya selama beberapa tahun terakhir. Ia mengaku lebih memilih melanjutkan konten-konten yang bersifat positif dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Baca Juga : ‎Buka Semifinal Stand Up Comedy STMJ, Rektor Unikama: Komika Harus Pintar Baca Isu Sosial
"Beberapa tahun terakhir fokus aku berkarya adalah menghibur sekaligus memberi dampak positif lewat konten sosial, bantuan, dan hal-hal yang bermanfaat. Aku memilih fokus berkarya dan melanjutkan hal-hal yang bermanfaat," katanya.
Terkait isu sensitif yang berkembang, Willie menyatakan akan menempuh jalur yang profesional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Untuk hal-hal yang bersifat sensitif, aku mengikuti proses yang berlaku secara profesional," imbuhnya.
Sebelumnya, media sosial diramaikan oleh berbagai unggahan yang menyerang Willie Salim dengan tuduhan giveaway settingan. Sejumlah warganet bahkan mengaku pernah menerima uang dari Willie, namun nominalnya disebut tidak sesuai dengan yang diucapkan dalam video konten.
Hal tersebut memicu gelombang kritik dan serangan dari netizen. Tak sedikit yang menilai Willie telah menipu publik melalui konten yang diunggahnya.
