Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Angin Kencang di Jawa Timur Kapan Berakhir? Ini Penjelasan BMKG

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

25 - Jan - 2026, 15:48

Placeholder
Ilustrasi angin kencang. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES – Angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur sejak beberapa hari terakhir masih menjadi perhatian masyarakat. Banyak warga bertanya, kapan kondisi cuaca ekstrem ini akan berakhir? 

Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan angin kencang di Jawa Timur dipicu oleh dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana.

Baca Juga : Lahir dari Darah dan Doa: Kisah Awal Pemerintahan Batoro Katong di Ponorogo

BMKG menjelaskan, meski pusat siklon berada cukup jauh dari Indonesia, pengaruhnya tetap terasa pada sistem atmosfer regional, termasuk di Jawa Timur. Siklon Tropis Luana sendiri berasal dari Bibit Siklon Tropis 91S yang berkembang di Samudera Hindia.

“Siklon Tropis LUANA tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91S sejak 24 Januari 2026 pukul 01.00 WIB. Saat ini posisinya berada di wilayah monitoring TCWC Jakarta, sekitar Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur,” demikian keterangan BMKG.

BMKG memaparkan perjalanan sistem Siklon Tropis Luana yang berdampak pada cuaca di Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir.

Mulai 21 Januari 2026, pusat tekanan rendah di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat mulai memberikan dampak tidak langsung berupa curah hujan ekstrem di wilayah Situbondo dan Probolinggo bagian timur.

Selanjutnya pada 22 Januari 2026, tekanan udara semakin menurun dan berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 91S. Kondisi ini memicu peningkatan kecepatan angin di hampir seluruh wilayah Jawa Timur, bahkan di Tuban tercatat kecepatan angin mencapai 48,2 km/jam.

Memasuki 23 Januari 2026, potensi Bibit Siklon Tropis 91S semakin kuat untuk menjadi siklon tropis meski pergerakannya cenderung menjauhi Indonesia ke arah tenggara. Pada fase ini, BMKG mencatat kecepatan angin mencapai 50,4 km/jam di Kalianget, Kabupaten Sumenep.

Baca Juga : Mulai Berlaku Satu NIK Cuma Bisa Punya 3 Nomor HP, Ini Ketentuannya

Puncak dampak terjadi pada 24 Januari 2026, saat sistem 91S resmi berkembang menjadi Siklon Tropis Luana. Akibatnya, angin berembus lebih kencang di Jawa Timur, dengan kecepatan tertinggi tercatat 57,2 km/jam di Kabupaten Jember.

BMKG juga memastikan, pada hari ini Minggu (25/1/2026), Siklon Tropis Luana telah melemah. Bahkan, Bureau of Meteorology Australia menyatakan Siklon Tropis Luana telah punah setelah bergerak melintasi Benua Australia.

Meski demikian, BMKG juga mengingatkan bahwa Jatim tengah berada di puncak musim hujan, sehingga kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi perlu terus ditingkatkan. 

"Yuk mari kita pertangguh lingkungan sekitar kita dengan memangkas bagian pohon yg lapuk atau terlalu rimbun, serta membersihkan drainase," pungkas BMKG Juanda. 


Topik

Peristiwa Angin kencang Jatim Jawa Timur BMKG Siklon Tropis Luana



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy