JATIMTIMES – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang dimaknai lebih dari sekadar agenda seremonial keagamaan, Selasa, (20/1/2026). Momentum ini dijadikan ruang refleksi untuk meneguhkan arah kerja aparatur sipil negara (ASN) agar semakin berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat.
Kepala Kemenag Kota Malang Achmad Shmapton menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj 1447 H sengaja dibingkai sebagai bagian dari penguatan program prioritas Kementerian Agama, terutama dalam aspek ideologi, integritas, dan kualitas pelayanan publik.
Baca Juga : Bupati Blitar Hadiri Apel Puncak HUT ke-52 SMAN 1 Talun, Tekankan Penguatan Karakter dan Daya Saing Siswa
“Isra Mikraj ini kami jadikan momentum untuk mengajak seluruh ASN Kemenag sadar diri. Tetap menjaga integritas, bekerja sebaik mungkin, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Achmad.
Menurut dia, refleksi spiritual tersebut penting agar ASN tidak terjebak pada pola hidup berlebihan yang berpotensi mengganggu profesionalitas kerja. Ia menekankan bahwa nilai keagamaan harus tercermin dalam sikap sederhana, tanggung jawab, serta orientasi pada kemanfaatan yang lebih luas.
“Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Yang lebih penting adalah bagaimana pekerjaan kita memberi manfaat bagi banyak orang,” katanya.
Kegiatan ini diikuti ASN di lingkungan Kemenag, termasuk dari wilayah Malang dan Pasuruan, dan menjadi puncak rangkaian peringatan Isra Mikraj. Kehadiran lintas wilayah tersebut sekaligus memperkuat jejaring internal Kemenag dalam menyamakan visi dan etos kerja birokrasi keagamaan.

Untuk memperdalam makna peringatan, Kemenag Kota Malang menghadirkan ulama sekaligus akademisi Dr H Rijal Mumazziq Z MHi, yang juga rektor Universitas Al Falah Assuniyyah Jember. Dalam tausiyahnya, ia mengajak peserta melihat Isra Mikraj tidak hanya sebagai peristiwa spiritual, tetapi juga sebagai fondasi etika sosial dan profesional.
Ia mengutip hadis tentang kerinduan Rasulullah kepada umatnya yang beriman meskipun tidak pernah berjumpa langsung. Menurut dia, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keimanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam cara bekerja dan menjalankan amanah.
“Kita ini disebut saudara Rasulullah. Maka cara paling sederhana untuk membahagiakan beliau adalah dengan meneladani sunahnya, termasuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Rijal menegaskan bahwa profesionalitas merupakan bagian dari ajaran Islam. Allah mencintai hamba-Nya yang ketika bekerja mampu menuntaskan tugas dengan sungguh-sungguh. Prinsip tersebut, lanjutnya, sangat relevan diterapkan dalam lingkungan birokrasi.
“Saleh itu tidak cukup hanya ritual. Harus naik menjadi saleh sosial, dan puncaknya saleh profesi. Ketika jamnya bekerja, maka bekerja sesuai amanah dan aturan. Di situlah nilai ibadah itu hadir,” tegasnya.
Baca Juga : Wali Kota Blitar Mas Ibin Terima Kunjungan Kapolres Baru, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pembangunan
Dalam pemaparannya, ia juga menautkan peristiwa Isra Mikraj dengan pesan keberlanjutan dan kepedulian lingkungan. Ia menilai bahwa amal jariyah pada masa kini perlu dimaknai secara lebih luas dan berdampak jangka panjang.
“Menanam pohon, menyebarkan buku, atau menghadirkan sarana dakwah yang dibutuhkan umat, itu amal yang terus tumbuh. Karangan bunga indah, tapi cepat layu. Yang berdampak adalah yang hidup dan memberi manfaat,” ujarnya.
Pesan tersebut dinilai sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang mendorong nilai keberlanjutan dalam pendidikan keagamaan dan pelayanan publik. Melalui pendekatan ini, nilai spiritual diharapkan tidak berhenti pada wacana, tetapi terwujud dalam tindakan konkret.
Bagi Kemenag Kota Malang, peringatan Isra Mikraj menjadi medium strategis untuk menyatukan nilai spiritual dan etika kerja birokrasi. ASN diajak memahami bahwa pengabdian tidak berhenti pada pemenuhan tugas administratif, melainkan harus berujung pada pelayanan yang jujur, profesional, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tujuan kami sederhana. ASN Kemenag bekerja bukan hanya untuk menyelesaikan kewajiban, tetapi menghadirkan kemaslahatan. Itulah esensi dari peringatan Isra Mikraj ini,” pungkas Achmad.
Dengan pendekatan tersebut, Isra Mikraj tidak lagi sekadar kisah perjalanan langit, melainkan menjadi kompas moral yang menuntun birokrasi Kemenag Kota Malang dalam melayani umat secara berkelanjutan dan bermakna.
