JATIMTIMES - Venezuela memasuki babak politik baru setelah Presiden Nicolas Maduro dikabarkan ditangkap oleh Pemerintah Amerika Serikat. Untuk mencegah kekosongan kekuasaan yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional, Mahkamah Agung Venezuela secara resmi menunjuk Wakil Presiden Deicy Rodríguez sebagai Presiden Sementara Venezuela.
Keputusan tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Kamar Konstitusional Mahkamah Agung Venezuela, Caryslia Beatriz Rodríguez. Penunjukan Deicy Rodríguez dinilai sebagai langkah konstitusional guna memastikan roda pemerintahan, administrasi negara, serta sistem keamanan tetap berjalan di tengah situasi darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca Juga : Liburan Nataru, 1.000 Kendaraan Keluar Masuk Gerbang Tol Singosari per Jam
Mahkamah Agung menilai kekosongan jabatan presiden merupakan kondisi luar biasa yang dapat mengancam stabilitas negara, keamanan nasional, dan keberlangsungan pemerintahan jika tidak segera diatasi.
Latar Belakang Deicy Rodríguez
Deicy Rodríguez bukan sosok baru dalam peta kekuasaan Venezuela. Ia lahir di Caracas pada 18 Mei 1969 dan berasal dari keluarga yang lekat dengan dunia aktivisme dan politik. Ayahnya, Jorge Antonio Rodríguez, dikenal sebagai pendiri Partai Liga Sosialis pada era 1970-an. Sementara itu, saudara laki-lakinya saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Nasional Venezuela.
Mengutip laporan Al Jazeera, Senin (5/1/2026), Deicy Rodríguez menempuh pendidikan hukum di Universitas Pusat Venezuela. Gelar sarjana hukum tersebut menjadi pintu masuknya ke dunia politik dan pemerintahan.
Rekam Jejak Politik
Karier politik Deicy Rodríguez terbilang panjang dan strategis. Pada periode 2013–2014, ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi. Setelah itu, ia menduduki posisi Menteri Luar Negeri Venezuela hingga tahun 2017.
Masih di tahun yang sama, Rodríguez diangkat sebagai Ketua Majelis Konstituen pro-pemerintah, lembaga yang kala itu berperan besar dalam memperluas dan menguatkan kekuasaan Nicolas Maduro di tengah tekanan politik domestik maupun internasional.
Sebagai Wakil Presiden, Rodríguez dikenal memiliki fokus kuat pada sektor energi, khususnya industri minyak. Ia mendorong ekspansi bisnis perminyakan Venezuela sebagai upaya menopang perekonomian nasional yang tertekan sanksi internasional.
Baca Juga : Mahoni Tumbang, Akses Jalan Desa Pandansari–Purworejo Tulungagung Lumpuh Total
Pada 2024, Presiden Maduro membentuk Kementerian Perminyakan dan secara langsung menunjuk Deicy Rodríguez sebagai pejabat yang mengelola sektor strategis tersebut. Dalam perannya, ia menjalin komunikasi intensif dengan pelaku industri minyak di Amerika Serikat dan kalangan Wall Street, yang disebut-sebut menolak upaya perubahan pemerintahan Venezuela yang diprakarsai AS.
Meski telah resmi dilantik sebagai Presiden Sementara Venezuela, Deicy Rodríguez menegaskan bahwa Nicolas Maduro tetap merupakan Presiden sah Venezuela. Ia menyebut penangkapannya sebagai tindakan tidak adil dan mendesak adanya proses hukum internasional yang transparan.
Rodríguez juga menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas nasional serta melanjutkan kebijakan pemerintahan Maduro hingga situasi politik kembali normal.
