JATIMTIMES - Akses lalu lintas di jalur Pandansari–Purworejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, sempat lumpuh akibat adanya pohon tumbang jenis mahoni dengan ukuran cukup besar. Pohon tersebut roboh dan menutup seluruh badan jalan, sehingga kendaraan dari dua arah tidak bisa melintas selama beberapa jam.
Berdasarkan keterangan yang diterima dari Kapolsek Ngunut, Kompol Tri Nuartiko pada Minggu 4 Januari 2026, menjelaskan bahwa pohon mahoni yang roboh pada Jumat sore (3/1) memiliki tinggi kurang lebih 10 meter. Pohon tersebut berada di sisi timur jalan raya dan langsung melintang menutup jalur utama penghubung Desa Pandansari dan Desa Purworejo.
Baca Juga : BMKG Juanda Rilis Peringatan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur, Ini Daftar Wilayah yang Perlu Waspada
“Akibat hujan deras disertai angin, pohon jenis mahoni dengan tinggi kurang lebih 10 meter yang berada di tepi jalan sebelah timur roboh dan menutup badan jalan, sehingga arus lalu lintas dari kedua arah sempat terhenti,” jelas Tri Nuartiko.
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Wilayah Kecamatan Ngunut saat itu diguyur hujan deras yang disertai angin kencang sejak pukul 14.00 WIB. Kondisi cuaca ekstrem inilah yang diduga kuat menjadi penyebab utama tumbangnya pohon di tepi jalan tersebut.
Peristiwa itu sontak membuat pengguna jalan terpaksa berhenti dan mencari jalur alternatif. Beberapa kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengantre di kedua sisi jalan. Warga sekitar pun segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian agar segera mendapat penanganan.
Mendapat laporan dari masyarakat, petugas Polsek Ngunut langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan awal. Polisi juga segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung guna mempercepat proses evakuasi.
Menurut Kapolsek, sinergi antar instansi dan dukungan warga sekitar menjadi kunci utama dalam penanganan kejadian tersebut. “Personel Polsek Ngunut bersama BPBD dan dibantu warga sekitar langsung melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang agar jalur dapat segera dilalui kembali,” tambah Kapolsek Ngunut.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena ukuran pohon yang besar dan kondisi jalan yang licin akibat hujan. Petugas menggunakan alat pemotong untuk membagi batang dan dahan pohon menjadi beberapa bagian. Warga sekitar turut membantu menyingkirkan potongan kayu dan ranting ke tepi jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Baca Juga : 12 Pantai JLS Blitar–Tulungagung, Nomor 2 Jujukan Influencer
Beberapa personel terlihat berjaga di kedua sisi jalan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang nekat melintas sebelum jalur benar-benar aman. Setelah melalui proses pemotongan dan pembersihan, sekitar pukul 17.00 WIB jalur Pandansari–Purworejo akhirnya bisa kembali dilalui. Arus lalu lintas berangsur normal, meski pengendara diminta tetap berhati-hati karena kondisi jalan masih basah.
Kompol Tri Nuartiko memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Ia juga menyebutkan tidak ada kendaraan yang tertimpa pohon saat kejadian berlangsung. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Kapolsek Ngunut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem melanda. Hujan deras yang disertai angin kencang berpotensi menimbulkan berbagai bencana, seperti pohon tumbang, banjir, maupun tanah longsor.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang maupun bencana lainnya,” pungkasnya.
