Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Pria Paro Baya Meninggal Usai Terseret Arus Sungai dan Terjepit di Dam Bululawang Malang

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Jan - 2026, 19:19

Placeholder
Petugas kepolisian saat menunjukkan pintu air yang menjadi lokasi ditemukannya jenazah Ropi'i usai terseret arus dan terjepit di Dam Kali Manten, Senin (5/1/2026). (Foto: Dok. Humas Polres Malang)

JATIMTIMES - Seorang pria paro baya bernama Ropi'i (59) warga Dusun Krajan, Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ditemukan meninggal dunia usai terseret arus dan terjepit di Dam Kali Manten, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. 

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menyampaikan, berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa mengenaskan itu bermula pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB korban bersama dua perangkat desa serta rekan sesama pekerja sedang melakukan kegiatan bersih-bersih dan memperbaiki pintu air Dam Kali Manten yang berada di RT. 13/RW. 02, Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Wengker–Ponorogo: Tanah Konflik dan Kekuasaan Tua di Tanah Angker Jatim

"Korban lalu menyelam untuk membersihkan sumbatan sampah di pintu air ketiga. Namun nahas, ia terseret arus deras dan terjepit di sela pintu air Dam Kali Manten," ungkap Bambang, Senin (5/1/2026). 

Perwira polisi dengan tiga balok dipundaknya itu menjelaskan, tiga saksi yang terdiri dari dua perangkat desa dan rekan sesama pekerja berusaha untuk menolong korban. Namun usaha itu gagal dikarenakan arus Kali Manten yang terlalu kuat membuat proses penyelamatan korban tidak dapat dilakukan. 

"Rekan di lokasi sudah mencoba menolong, namun tidak kuat karena debit dan arus air deras," kata Bambang.

Menyaksikan kondisi tersebut, para saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Ketua RT dan Ketua RW setempat yang kemudian dilanjutkan ke perangkat desa dan ditindaklanjuti untuk membuat laporan kepada pihak kepolisian. 

"Petugas piket di Polsek Bululawang bergerak cepat ke TKP. Evakuasi dilakukan oleh Polsek Bululawang bersama Basarnas, BPBD, PMI, PMI Rescue, PMI Kabupaten Malang dan warga setempat. Tidak jauh dari titik Dam, petugas juga menemukan kemeja kotak-kotak dan topi milik korban," jelas Bambang. 

Lebih lanjut, menurutnya proses penanganan evakuasi korban berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur penanggulangan bencana dan penyelamatan. Namun, ketika akan dilakukan Visum et Repertum, pihak keluarga korban tidak bersedia. 

Baca Juga : Bencana Sumatera Belum Ditetapkan Nasional?, Ini Kata Pakar Kebencanaan

"Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka. Keluarga menerima dan menolak visum, sehingga pemeriksaan medis dilakukan oleh bidan dan perawat desa," tutur Bambang. 

Melalui peristiwa ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat luas Kabupaten Malang agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas di Daerah Aliran Sungai atau DAS, utamanya di area Dam yang memiliki arus air tinggi dan kuat. 

"Ini murni kejadian kecelakaan saat bekerja. Kami turut berduka dan mengingatkan warga agar mengutamakan keselamatan saat melakukan pembersihan saluran air, terutama saat debit sungai meningkat," pungkas Bambang.


Topik

Peristiwa malang bululawang dam kali manten



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Nurlayla Ratri