Saturday, 19 September 2026 | Malang MALANG
TRENDING HukumPendidikanOlahragaPemerintahanGaya HidupKuliner
Malang Times

Karma Genosida 135

BAGIKAN:

Guratan pena.

Terlihat jelas meski dipandang jenaka.

Singgasana yang sempat membutakan mata.
Seharusnya, kini hanya tinggal tetesan air mata.

Suatu ketika, para jenaka berperan antagonis.
Bersikap anarkis, dengan cara mengikis.

Baca Juga : Seluruh SPPG di Kota Batu Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Bengis.
1, 3, 5, dan bahkan seterusnya.
Satu persatu dihabisi meski tanpa diadili.

Sang jenaka merasa "saya adalah segalanya".
Lupa.
Lupa jika luka yang disebabkan itu nyata.

Tak peduli.
Meski cibiran menerpa sana-sini.
Dan, bahkan seantero negeri tahu.
Namun, tetap tak punya malu.

Hingga akhirnya.
Sang karma pasti tiba, meski tak sempat menyapa.

Kini, yang tersisa hanya luka.
Sesak dalam dada.

--------------------------------------------------

Puisi Berjudul:
Karma Genosida 135

Karya: Perspektif Penulis
1 Oktober 2024.

Respect: Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan.

Bagikan artikel ini ke media sosial:

Ikuti Perkembangan Berita di Google News

Dapatkan update berita terkini, terverifikasi, dan ulasan mendalam setiap hari dari Malang Times langsung di Google News. Buka Google News →

REDAKSI PELIPUT

Perspektif Penulis

PENANGGUNG JAWAB / EDITOR

Dede Nana

Terverifikasi Dewan Pers