MALANGTIMES - Meski tanpa penyelenggaraan konser musik seperti tahun-tahun sebelumnya, kemeriahan tetap terasa saat momen malam pergantian tahun di Kota Batu. Dari wisata Paralayang, puncak Gunung Banyak, ribuan kembang api tampak menyala di detik-detik jelang tahun baru 2019 di atas langit kota dingin itu.
Berdasarkan pantauan MalangTIMES, tak kurang lima ribu wisatawan memadati area wisata yang berada di Desa Songgokerto itu. Dari ketinggian bukit 1.326 meter di atas permukaan laut, para pengunjung juga bisa menikmati indahnya pemandangan malam hari Kota Batu dan sebagian wilayah Malang Raya.

Baca Juga : Ditemukan Sepatu, Kaus Kaki, Topi di Dekat Hilangnya Pendaki Gunung di Kota Batu
"Di sini bagus banget, nggak kalah dibanding tempat serupa di Bandung, Yogyakarta ataupun Bali," ujar Rio Prasetyo, salah satu wisatawan asal Jakarta. Alumnus UGM Yogyakarta itu mengaku sengaja datang untuk menikmati momen spesial pergantian tahun bersama kekasihnya di puncak Kota Batu.
Tak hanya itu, masyarakat setempat juga menikmati hiburan kesenian campursari Guyon Maton Cak Percil, grup lawak asal Blitar. Pementasan yang berlangsung di Taman Selecta, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Pria yang terkenal usai mem-viral-kan jargon Masuk Pak Eko itu mengocok perut penonton saat berduet dengan rekan pelawaknya, Cak Kuntet.
"Daripada di rumah, akhirnya ke sini lihat Cak Percil. Kan sebelumnya hanya tahu lewat YouTube," ujar Subandrio, salah satu warga Kecamatan Bumiaji. Dia datang bersama istri dan tiga anaknya untuk menikmati musik-musik dangdut campursari dan lawakan di sana. "Lucu, meski ada lawakan-lawakan lawas tapi tetap menghibur," komentarnya.

Baca Juga : Lari seperti Kesurupan, Pendaki Hilang di Gunung Buthak Panderman Batu
Selain kemeriahan-kemeriahan itu, suasana khidmat terpantau di halaman Masjid Agung An Nuur Kota Batu. Masyarakat berdoa bersama dalam agenda istighotsah dan salawat Majlis Maulid Wat Ta'lim Riyadlul Jannah mulai sekitar pukul 19.00 hingga pukul 24.00 WIB.
"Saya ikut doa bersama karena kan memang di Batu ini rutin pengajian setiap malam tahun baru. Harapannya di tahun baru itu kalau diawali dengan berdoa jadi lebih lancar rezekinya, keluarga sehat semua, anak-anak pinter sekolahnya," ujar Nurhasanah, salah satu jamaah. Pengajian yang diikuti sekitar dua ribu jamaah itu membuat wilayah sekitar Alun-Alun Kota Batu ditetapkan sebagai kawasan Car Free Night atau bebas kendaraan.
