MALANGTIMES - Masyarakat Kota Malang, khususnya para pemilik atau karyawan toko, saat ini harus lebih berhati-hati. Sebab pelaku gendam mulai mulai marak menyasar toko-toko dengan modus bertanya ataupun menawarkan barang untuk dijual.
Baca Juga : Napi Asimilasi yang Kembali Berulah Siap-Siap Tempati Sel Pengasingan
Seperti beberapa waktu lalu (27/12/2018), sebuah toko perlengkapan busana muslim di Jalan Bubgur 17 A, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang menjadi korban gendam dari seseorang yang berpura-pura tanya harga.
Dua orang karyawan, yakni Uut dan Utami, yang merupakan warga Sukun, korban gendam. Tak pelak harta bendanya berupa kalung emas dan cincin emas senilai Rp 8 juta, milik keduanya lenyap dibawa pelaku gendam.
Kejadian tersebut terjadi saat kedua karyawan itu akan membuka toko sekitar pukul 08.00 wib. Kemudian tak lama mereka didatangi seorang laki-laki yang bertanya tentang jilbab. Namun tak berapa lama, dua orang tersebut tak sadar ketika menyerahkan perhiasan mereka kepada pelaku.
"Pelaku sendiri mempunyai ciri-ciri berumur sekitar 45 tahun dan memiliki perawakan besar dan tinggi sekitar 160 cm. Saat itu pakai baju hitam dan menggunakan motor matic," jelas Rocky Anggono pemilik toko (28/12/2018).
Kemudian, adalagi kejadian yang juga menimpa sebuah toko dikawasan gang 19, Jalan Mergan Raya, Sukun, Kota Malang (20/12/2018). Toko milik Dullah (55) didatangi seorang perempuan, saat itu menawarkan beras.
Saat itu pelaku hanya membawa seplastik beras yang dikatakan pelaku hanya sebagai contoh. Namun jika nantinya korban membeli, maka akan diambilkan beras tersebut. Kemudian pelakupun meminta sejumlah uang kepada korban. Korban yang tiba-tiba tidak sadar, kemudian akan memberikan uang kepada pelaku.
Baca Juga : Warning Polisi, Napi Pelanggar Aturan Asimilasi Bakal Dapat Tindakan Tegas dan Terukur
Namun beruntung, saat itu, anak korban yang berada di belakang rumah, mendengar percakapan korban. Ia kemudian langsung kedepan dan melarang ibunya untuk memberikan uang pembelian beras tersebut. Sebab ia mengetahui stok beras ditokonya masih ada.
Dan seketika itu, ibunya merasa seperti orang bingung, kemudian pelakupun tanpa kata bergegas pergi membawa sebungkus beras plastik yang ia bawa.
Sementara itu, Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni kembali mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati. Sebab menjelang tahun baru, memang rentan dalam peningkatan aksi kejahatan.
"Kami menhimbau, agar masyarakat lebih hati-hati. Jangan sampai pikiran kosong yang memudahkan pelaku gendam beraksi. Dan jika merasa ada orang yang mencurigakan menawarkan sesuatu yang belum jelas tolak saja. Selain itu diharapkan juga untuk tidak sendiri menjaga toko," pungkasnya (29/12/2018).
