JATIMTIMES - Proyek drainase pada kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) telah memasuki langkah konkret yakni pemangkasan dan pemotongan pohon mulai dilakukan.
Hal ini dikonfirmasi oleh Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran.
Pemangkasan dan pemotongan pohon dilakukan mulai Senin (18/8/2025) kemarin malam sekitar pukul 22.30 WIB. DLH Kota Malang mulai mendukung pelaksanaan proyek yang digagas Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga : Kerangka Manusia Ditemukan di Lahan Kosong Sungai Bango, Diduga Tewas 3 Bulan Silam
“Pelaksanaan proyek pembangunan drainase di Suhat, mulai kemarin sudah dilakukan potong pohon. Provinsi yang melaksanakan, kami hanya membantu pemotongan dan membantu penempatan hasil pemotongan tersebut,” ungkap Raymond kepada JatimTIMES, Selasa (19/8/2025).
DLH Kota Malang menjelaskan, seluruh dahan dan ranting akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan dimanfaatkan untuk bahan pupuk kompos. Sedangkan batang pohon akan disimpan di gudang kawasan kantor DLH Kota Malang.
“Untuk dahan atau ranting langsung ditaruh di TPA dan digunakan untuk pupuk kompos. Untuk pohonnya ditaruh di kantor DLH,” jelas Raymond.
Proyek ini didanai sepenuhnya oleh APBD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 32 miliar, dengan tujuan memperkuat sistem drainase dan mengurai banjir di kawasan tersebut.
Baca Juga : Bupati Sanusi Lantik Tomie Herawanto Jadi Pj Sekda Kabupaten Malang
Namun DLH Kota Malang memastikan aspek lingkungan tetap menjadi prioritas, meski terjadi pemangkasan pohon. DLH Kota Malang telah menganggarkan sekitar Rp 300 juta untuk jasa pemotongan dan penanganannya.
“Saat ini kami turut membantu dan menjaga kelestarian. Penataan dilakukan setelah pembangunan. Penebangan pun disesuaikan agar tidak mengganggu ekosistem,” tegas Gamaliel. Ia menambahkan, seluruh proses teknis terkait pelaksanaan proyek berada di tangan PU SDA. “Teknisnya yang lengkap ada di PU SDA,” imbuhnya.
