MALANGTIMES - Sistem keamanan penerbangan bisa dibilang memiliki standar yang sangat tinggi. Namun, jika sudah berusia tua, pesawat dilarang beroperasi. Lantas, ke mana bangkai "burung besi" itu dibuang?
Jika ada yang berpendapat bahwa barang bekas bisa disulap menjadi barang yang memiliki nilai tinggi, maka pesawat mungkin menjadi salah satunya. Dilansir dari chanel youtube The Shiny Peanut, berikut nasib pesawat setelah tidak beroperasi yang berhasil dirangkum MalangTIMES.
1 . Kafa Asyik Dekat Pesawat Terbengkalai
Baca Juga : Hotel Pondok Jatim Park Sudah PHK 41 Karyawan
Habis manis sepah dibuang. Kalimat itu sepertinya cocok untuk menggambarkan nasib bangkai pesawat yang berada di halaman belakang salah satu pusat pelatihan penerbangan di Vietnam.
Bagaimana tidak, pesawat yang sudah tampak reot itu ternyata sudah terbengkalai selama 30 tahun. Setelah puluhan tahun mangkrak, pesawat tersebut akhirnya direncanakan bakal dipindahkan. Belakangan diketahui, beberapa pekerja sudah tampak memotong beberapa bagian pesawat.
Belum jelas mau diapakan atau dikemanakan pasca-pesawat tersebut dipotong-potong. Yang jelas, pesawat yang dibiarkan mangkrak itu sempat digunakan untuk aramada perang. Hingga akhirnya, sekitar tahun 1980-an mesin sudah dihilangkan.
Wajar saja, setelah sekian puluh tahun, beberapa pohon rindang mengelilingi bangkai pesawat tersebut. Ketika dilihat ke dalam, kondisi pesawat sudah tidak terurus dan terkesan semerawut.
Meski demikian, salah satu warga sebelumnya memanfaatkan sekitar lokasi parkir bangkai pesawat sebagai kafe. Berkat terobosan ini, lokasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun asing.
2 . Bangkai Pesawat Arizona
Jika kalian merasa bosan dengan objek wisata yang itu-itu saja, sepertinya salah satu destinasi wisata anti-mainstream yang ada di Amerika Serikat ini pantas dicoba.
Lokasi wisata antimainstream itu berada di 309 th Aerospace Maintenance and Regeneration Group (Amarg) atau tepatnya di pangkalan Angkatan Udara Davis Monthan Arizona, yang dikenal dengan istilah The Boneyar. Selama ini, lokasi itu digunakan sebagai kuburan pesawat yang sudah tidak terpakai.
Tempat “peristirahatan” bagi armada udara ini sudah ada sejak tahun 1946. Hingga kini, ditaksir lebih dari 4 ribu bangkai pesawat, mulai dari armada Angkatan Udara, Laut, Marinir, NASA, dan ratusan pesawat pemerintah, terparkir rapi.
Belakangan diketahui jika pesawat yang terparkir dalam kurun waktu dari tiga tahun masih dikatakan layak beroperasi. Tempat yang bisa dibilang anti-mainstream ini memberikan kesempatan bagi wisatawan yang ingin menyaksikan armada transportasi udara yang digadang-gadang sebagai “kuburan” pesawat terbesar tersebut.
3 . Bangkai Pesawat Jadi Restoran
Di tangan-tangan kreatif sepasang kekasih asal Korea, bangkai pesawat disulap menjadi restoran. Iya, pesawat Jumbo Boeing 747 yang mereka beli dari California pada tahun 2000 lalu dipermak menjadi rumah makan yang terbilang unik.
Maklum saja, jika kebanyakan restoran berada dalam satu bangunan atau hotel, salah satu rumah makan yang ada di Korea Selatan ini memanfaatkan bangkai pesawat sebagai tempat makan.
Baca Juga : Untuk Tamu Hotel Terlanjur Long Stay, Wali Kota Batu Perintahkan Ini
Mengambil tema yang tidak jauh-jauh dari penerbangan, restoran yang satu ini berbeda dengan rumah makan umumnya. Bangkai pesawat dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan tempat makan yang recommended pada masanya.
Jika ditelisik pada zaman kejayaannya, bagian dalam restoran dipenuhi meja dan kursi makan. Selain itu, sang pemilik mendekorasi meja lengkap dengan tulisan menu serta interior ala Korea. Namun sayangnya, setelah beberapa tahun beroperasi, restoran ini mengalami kegagalan dan terpaksa harus ditutup pada 2005 silam.
4 . Bangkai Pesawat Jadi Hotel
Jika di Korea Selatan ada restorant dari bangkai pesawat, kali inibdi negara Kosta Rika terdapat hotel yang terbuat dari pesawat.
Hotel yang dikenal dengan nama Costa Verde ini sengaja membuat penginapan yang memanfaatkan rangka utuh pesawat terbang. Di sini, para pengunjung bisa merasakan sensasi tidur di dalam pesawat dengan ketinggian sekitar 50 kaki.
Dari penelusuran MalangTIMES di berbagai sumber, bangkai pesawat Boeing 737 tahun 1965 ini dimodifikasi sedemikian rupa hingga menjadi hotel layak huni. Alhasil, pesawat yang pernah digunakan oleh maskapai South African Airways dan Avianca Airlines itu selalu ramai dikunjungi wisatawan saat memasuki musim liburan.
Wajar saja, karena pihak pengelola hanya menyediakan dua buah kamar tidur ber-air conditioner (AC). Masing-masing kamar juga sudah dilengkapi kamar mandi pribadi.
Butuh perjuangan ekstra demi mewujudkan gagasan hotel yang terbilang unik ini. Semula bangkai pesawat di potong menjadi lima bagian, kemudian diangkut menggunakan truk khusus. Setibanya di Taman Nasional Costa Verde, puing pesawat tersebut dirangkai kembali.
Bagian dalam dipenuhi dengan interior yang dilapisi dengan ukiran kayu. Furnitur kayu di hotel ini didatangkan khusus dari Indonesia. Sedangkan dari segi fasilitas lain, juga terdapat tempat berjemur dan kolam renang yang terletak di sisi tebing yang tidak jauh dari hotel.
Pengunjung yang ingin menginap harus merogoh kantong yang lumayan dalam. Sebab, pihak pengelola membanderol dengan harga sekitar 500 US Dollar atau setara dengan Rp 6,7 juta per malam. (*)
