JATIMTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang menggelar pelatihan membuat jamu tradisional untuk 226 peserta yang berasal dari lima kecamatan di Kota Malang.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko menyampaikan, kegiatan pelatihan membuat jamu tradisional ini merupakan upaya dari Dinsos-P3AP2KB Kota Malang melalui bidang pemberdayaan sosial dan penanganan fakir miskin agar masyarakat lebih berdaya dan memiliki kemampuan tambahan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Kota Malang.
Pihaknya menjelaskan, tradisi meracik dan mengonsumsi jamu di Indonesia sudah ada sejak masa Kerajaan Mataram pada abad kedelapan hingga saat ini. Hal itu dikarenakan jamu tradisional dapat digunakan untuk menjaga kesehatan dan mengobati berbagai penyakit ringan maupun penyakit berat.
Selain itu, kekayaan alam Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan ribuan spesies tumbuhan obat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku jamu tradisional. Menurut Donny, hal inilah yang membuat keterampilan meracik jamu tetap relevan hingga saat ini.
"Keterampilan meracik jamu tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan tetapi juga membuka peluang kewirausahaan ekonomi terutama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah," ujar Donny dalam keterangannya, Kamis (7/8/2025).
Pihaknya menyebutkan, berbagai latar belakang itulah yang mendorong Dinsos-P3AP2KB Kota Malang untuk mengembangkan pelatihan keterampilan pembuatan jamu tradisional agar dapat meningkatkan kemampuan dan potensi dalam pemberdayaan rangka pemberdayaan masyarakat.
"Untuk peserta sebanyak 226 yang dibagi dalam empat pertemuan atau sesi. Sebanyak 226 peserta itu berasal usulan musrenbang, usulan tematik dan usulan pokir," tutur Donny.
Baca Juga : Jejak Shodanco Muradi di Kampung Jepang: Mahasiswa KKN Unisba Blitar Bangun Destinasi Edukasi Sejarah
Mantan Camat Kedungkandang itu mengatakan, untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar lebih berdaya, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang menghadirkan narasumber praktisi pengolahan hasil pertanian SMKN 1 Malang Umi Nur Arifah bersama empat instruktur lainnya.
"Untuk metode sosialisasi berupa penyampaian materi, diskusi atau tanya jawab, dan praktik pembuatan jamu tradisional," kata Donny.
Lebih lanjut, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan pembuatan jamu tradisional mendapatkan alat serta bahan baku pembuatan jamu tradisional. Pihaknya berharap, dengan adanya program pelatihan pembuatan jamu tradisional ini, masyarakat dapat memiliki kemampuan tambahan agar semakin berdaya untuk meningkatkan ekonomi. (ADV)
