copyright shutterstock.com
copyright shutterstock.com

MALANGTIMES - Tidak ada yang salah dari aktivitas menyusui. 

Bahkan, pemerintah terus menggalakkan pemberian air susu ibu (ASI) ekslusif selama dua tahun usia bayi. 

Akan tetapi, baru-baru ini MalangTIMES (JatimTIMES Grup) mendapati fenomena baru di situs-situs video seperti Youtube. 

Banyak unggahan ibu-ibu muda yang tampak asyik memamerkan payudaranya ketika menyusui.

Misalnya ketika mengetik kata menyusui di kolom pencarian Youtube, ratusan unggahan langsung bisa diakses oleh warganet. 

Tidak hanya didominasi ibu-ibu muda, wanita berhijab pun pamer payudara yang diberi judul tutorial menyusui.

Saat MalangTIMES mengakses situs video tersebut pada (14/12/2018) sekitar pukul 20.20 WIB, tayangan yang paling atas muncul dari Disnep Channel. 

Unggahan berjudul "Breastfeeding_ibu menyusui balita yang aktif" itu berupa video berdurasi 6 menit 11 detik menunjukkan seorang perempuan menyusui di dalam mobil.

Video yang ditayangkan 2 minggu lalu itu, telah ditonton 51 ribu kali dan bertambah sebanyak 3 ribu penonton dalam waktu 10 menit saja. 

Ada 168 like (tanda suka) dan 14 komentar yang muncul dalam unggahan itu. 

Sayangnya, bukan terkait dengan semangat mengASIhi, komentar-komentar itu cenderung negatif.

Beberapa komentar sepeti yang ditulis akun Bilal Billal misalnya. 

"Aku yang gantiin bayinya dah," tullisnya. 

Juga akun Raja Gold yang menyoroti puting payudara perempuan dalam video itu. 

"Cba gua jadi bayinya uda kramas," tulis akun Dorus Darno. 

Video lain misalnya berjudul "Cara menyusui banyak anak" yang diunggah channel Faisal Cassanova. 

Video berdurasi 3 menit 48 detik itu menunjukkan seorang perempuan menyusui dua anak secara bersamaan. 

Anak tersebut berbeda usia, salah satu tampaknya tak lagi dalam usia disusui atau sudah lebih dari 2 tahun. 

Unggahan itu ditonton lebih dari 146 ribu kali dan mendapat 35 komentar. 

Misalnya dari channel Hafidz Marcopolo. "Gawude yo john," tulisnya yang tampak mengomentari ukuran payudara perempuan dalam video itu. 

"Kalau anak itu sudah nggak mau nyusu, aku aja yang nyusu," tulis akun Dani Dani. 

"Siang netein anaknya, malem netein bapaknya," tulis Siba Surya Kencana. 

Lalu seperti apa maraknya fenomena tersebut.

Siapa saja yang terlibat dalam pembuatan video itu serta bagaimana tanggapan tokoh agama, pakar psikologi serta tokoh masyarakat atas video-video tersebut? 

Simak dalam rangkaian laporan khusus dari tim MalangTIMES selanjutnya.