JATIMTIMES - Penataan trotoar di Kota Malang kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, masih banyak trotoar yang tidak ramah pejalan kaki, bahkan acap kali dipenuhi kursi, pohon, hingga tidak tersedia jalur khusus difabel.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, buka suara.
Baca Juga : Peringati Hari Koperasi ke-78, Bupati Jember: Momentum Bangkitnya Koperasi Masyarakat
Menurut Dandung, perbaikan trotoar memang belum menjadi prioritas utama. Hal ini disebabkan oleh rendahnya intensitas penggunaan trotoar oleh masyarakat.
“Jumlah pemakai trotoar tidak begitu banyak, sehingga kita prioritaskan pada infrastruktur yang lebih banyak digunakan terlebih dulu,” ujar Dandung.
Ia menilai, gaya hidup masyarakat Kota Malang saat ini sudah berubah. Meski jaraknya dekat, warga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.
“Kalau kita lihat sekarang beda dengan dulu. Jarak dekat saja, masyarakat lebih banyak menggunakan kendaraan,” jelasnya.
Dandung juga menegaskan, pihaknya tidak akan memprioritaskan perbaikan trotoar yang selama ini justru digunakan untuk aktivitas di luar fungsi utamanya. Karena selama ini, ia acap kali menemukan trotoar tidak difungsikan sebagaimana mestinya.
Baca Juga : Atasi Sampah, 8 Desa/Kelurahan di Kota Batu Siap Bangun Rumah Kompos
“Kalau trotoarnya tidak digunakan sesuai peruntukan, ya tidak kita masukkan ke dalam prioritas. Kami lebih memfokuskan perbaikan di jalur yang memang aktif digunakan pejalan kaki,” ujarnya.
Menyoal banyaknya trotoar yang terhalang pohon besar atau minim jalur difabel, Dandung menyebut pihaknya punya pertimbangan konservatif. Karena menurutnya, banyak pohon yang usianya lebih tua dari trotoarnya.
“Kami tidak bisa sembarangan tebang. Kami harus pikirkan aspek lingkungan, tapi jalur difabel tetap akan kami fasilitasi sesuai peraturan,” tegasnya.
