Hanan semasa hidup (istimewa)
Hanan semasa hidup (istimewa)

MALANGTIMES - Kabar duka masih menyelimuti keluarga besar siswa Sekolah Dasar (SD) Insan Mulia Kota Malang yang tenggelam di Coban Talun pada Selasa, (11/12/2018) kemarin sore. Terlebih, salah seorang siswa yang bernama Muhammad Hanan (9 tahun) ternyata adalah seorang hafi Alquran.

Baca Juga : 10 Daerah Resmi Dapat Persetujuan Terapkan PSBB

Paman almarhum Hanan, Lukman, melalui pesan singkatnya menyampaikan kabar duka tersebut sembari meminta doa agar keponakannya tersebut diterima di sisi Allah SWT. Dalam pesan singkat itu, Lukman menyampaikan jika sang keponakan yang sangat lucu tersebut mengembuskan napas terakhirnya saat dinyatakan tenggelam di Coban Talun dalam agenda outbond yang digelar sekolah tempatnya menimba ilmu.

"Muhammad Hanan. 9 tahun. Anak ke-5 dari 5 bersaudara. Salah satu dari 3 korban tenggelam di Coban Talun kemarin. Outbond sekolahnya.

Keponakan saya.. (emoji)

Dua orang temannya dapat ditemukan sekitar setelah Maghrib. Sementara Hanan, baru jelang tengah malam. Semoga khusnul khotimah. Mohon doanya," tulis Lukman pada paragraf pembuka pesan yang ia kirim.

Dalam pesan singkatnya itu, Lukman bercerita jika almarhum sedang merintis jalan untuk menjadi hafiz Alquran. Warga Jalan Kebonsari V, Kota Malang, itu sebelum ditemukan meninggal dunia juga terus berusaha menghafal ayat-ayat suci Alquran.

Saat bertakziyah, dia bahkan mendapat cerita jika sebelum meninggal Hanan beserta seorang temannya yang juga turut meninggal dalam insiden tersebut sempat berbincang dengan ustadah yang selalu membimbingnya melakukan hafalan. Saat bertemu, Hanan beserta seorang temannya itu bertanya tentang ayat Alquran yang mengandung kata tenggelam.

"Tunjukkan kepada kami ayat di dalam Alquran. Yang mengandung kata 'tenggelam'," tulis Lukman mengenang pernyataan keponakan sebagaimana kisah yang ia dengar saat bertakziyah.

Berikut ini pesan utuh yang disampaikan Lukman melalui pesan singkat WhatsApp miliknya.

"Muhammad Hanan. 9 tahun. Anak ke-5 dari 5 bersaudara. Salah satu dari 3 korban tenggelam di Coban Talun kemarin. Outbond sekolahnya.

Keponakan saya..  (emoji)

Dua orang temannya dapat ditemukan sekitar setelah Maghrib. Sementara Hanan, baru jelang tengah malam. Semoga khusnul khotimah. Mohon doanya.

Baca Juga : Viral! Mobil Jenazah Terjebak Lumpur Usai Pemakaman Pasien Covid-19

Saat ini kelas 3 SD. Bapak-ibunya guru ngaji. InsyaAllah anak2nya sholih. Hanan sedang merintis jalan. Menjadi seorang Hafidz Al Quran. Sering berlatih hafalan dengan ustadzahnya. Di sekolah.

Pagi ini, saya bertakziah. Saya mendapat cerita. Bahwa beberapa hari sebelum meninggal. Hanan dan seorang kawannya. Yang juga korban tenggelam. Berbincang dengan ustadzahnya. Bertiga saja.

Pada kesempatan itu. Hanan dan kawannya meminta. Kepada ustadzahnya.

"Tunjukkan kepada kami ayat di dalam Al Quran. Yang mengandung kata 'tenggelam'."

Semoga keluarganya diberikan ketabahan dan kesabaran. Yang luar biasa. Dari Allah SWT. Keluarga ini pernah kehilangan anak pertama dulu. Di usia 40 hari. Kebetulan namanya juga "Hanan",". (*)