JATIMTIMES - Bus Trans Jatim Koridor VI segera beroperasi pada akhir bulan ini. Kehadiran layanan Koridor VI tersebut akan memperkuat konektivitas di kawasan metropolitan Gerbangkertosusila, yang meliputi Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan.
Trans Jatim Koridor VI menghubungkan wilayah Mojokerto (Terminal Kertajaya) – Sidoarjo (Terminal Porong). Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Ainur Rofiq menjelaskan, kehadiran Koridor VI tersebut mampu melengkapi koridor-koridor lain yang selama ini sudah beroperasi.
Baca Juga : Lewat Program Ini, Mahasiswa BINUS Malang Dongkrak UMKM Naik Kelas ke Pasar Ekspor
Ia menjelaskan, saat ini di wilayah selatan kawasan Gerbangkertosusila masih belum terjangkau oleh layanan Trans Jatim. Sementara, di Mojokerto sendiri sudah terdapat dua koridor yakni Koridor II Surabaya-Mojokerto dan Koridor III Mojokerto-Gresik.
"Nah masyarakat Mojokerto, masyarakat Gresik atau Surabaya, yang ingin bepergian ke Mojosari itu bisa nantinya pakai Koridor VI. Karena Koridor VI nanti itu akan menghubungkan antara Mojokerto yang bisa terintegrasi dengan Koridor II dan Koridor III, nanti bisa dilayani Koridor VI yang melewati Mojosari sampai ke Porong," paparnya, Sabtu (17/5/2025).
Tak hanya itu, Koridor VI juga terintegrasi dengan Koridor I Surabaya-Gresik. Sedangkan Koridor I tersebut juga terintegrasi dengan Koridor IV Gresik-Lamongan.
"Dari situ nantinya Koridor VI itu akan menghubungkan antara Selatan sama Utara, jadi masyarakat nanti bisa terkoneksi antar koridor Trans Jatim mulai Koridor I sampai Koridor V, dan yang akan datang koridor VI," jelas Ainur Rofiq.
Konektivitas Gerbangkertosusila yang semakin kuat ini, menurutnya tak lepas dari tujuan diluncurkannya program Bus Trans Jatim. Ia menegaskan bahwa tujuan Trans Jatim yakni mengintegrasikan antar koridor sehingga masyarakat yang ingin bepergian bisa terhubung dengan layanan dari koridor satu sampai ke koridor yang lainnya.
Karena itu, dia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Bus Trans Jatim. "Dengan adanya Trans Jatim Koridor VI ini kita harapkan masyarakat bisa beralih moda yang biasanya naik sepeda motor maupun angkutan pribadi itu bisa memanfaatkan Koridor VI ini," paparnya.
Baca Juga : Gilga, Arlida Putri hingga Cak Percil akan Ramaikan Opening Ceremony Porprov IX Jatim
"Koridor 6 ini rutenya sangat potensial sekali, nanti akan melewati beberapa industri terutama yang ada di daerah Ngoro sampai Kejapanan, sampai nantinya kita bisa terintegrasi dengan Koridor I," sambung Ainur Rofiq.
Terlebih, ongkos Trans Jatim juga tergolong murah, yakni Rp5.000. Tarif tersebut berlaku untuk waktu perjalanan selama 2 jam. Jika penumpang ingin memanfaatkan layanan integrasi alias pindah koridor, maka tidak perlu bayar lagi selama belum melewati 2 jam perjalanan.
"Sebelum 2 jam itu masih bisa pakai tiket terusan. Jadi masyarakat Mojosari, Ngoro, Kejapanan, itu bisa nanti bisa naik pakai tiket terusan itu untuk integrasi dengan Koridor I bisa sampai ke Surabaya dan bisa sampai ke Gresik. Itu cukup sekali bayar yaitu Rp5.000," urainya.
