Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

Sudahkah Kamu Olahraga Baik, Benar, Terukur, dan Teratur?

Penulis : Imarotul Izzah - Editor : A Yahya

25 - Nov - 2018, 03:26

Placeholder
Olahraga BBTT (Kemenkes)

MALANGTIMES - Apa jadinya kalau Anda berolahraga hanya seadanya dan tidak melakukan olahraga TTBB? Olahraga TTBB adalah olahraga yang Baik, Benar, Terukur, dan Teratur. Apabila tidak mengikuti olahraga TTBB maka kemungkinan kecil terjadi peningkatan kebugaran jasmani yang optimal, tidak tercapai manfaat olahraga yang diharapkan, dan kemungkinan terjadi cidera.

Sayangnya, banyak masyarakat yang belum mengerti tentang olahraga BBTT. Padahal olahraga harus diimbangi dengan Baik, Benar, Terukur, dan Teratur. Hal ini dinyatakan Kepala UPT Pusat Pelayanan Kesehatan Olahraga (PPKO) Kusbianto. "Belum banyak yang mengetahui apa itu BBTT, jadi sebagian ada yang salah," ujar Kusbianto.

Baca Juga : Kota Batu Siapkan 3 Shelter Isolasi Covid-19, Anggarannya Rp 1,3 Miliar

Padahal, olahraga BBTT dapat mencegah datangnya penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular di antaranya yakni penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kencing manis, kanker, osteoporosis, dan lain-lain. Padahal menurut WHO, 60 persen dari seluruh beban penyakit di dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular (degeneratif).

Nah, penyakit-penyakit tersebut dapat muncul apabila kita tak akrab dengan gaya hidup berolahraga. "Bergerak dan berolahraga dapat mencegah penyakit-penyakit tersebut dan dapat meningkatkan derajat kesehatan, kebugaran, dan produktifitas kerja," ungkap Kusbianto.

Nah, berikut penjelasan BBTT Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Pertama, Baik. Olahraga dengan baik dimulai sejak usia dini hingga usia lanjut. Olahraga dilakukan sesuai kondisi fisik medis. Serta, jangan sampai olahraga menimbulkan dampak yang merugikan.

Kedua, benar. Olahraga yang benar dimulai secara bertahap frekuensi dan lamanya berolahraga. Dimulai dari pemanasan selama 10-15 menit, inti 20-60 menit, dan pendinginan 5-10 menit.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Ketiga, terukur. Olahraga ini masuk dalam Training Zona (denyut nadi latihan). Denyut nadi maksimal (DNM) 220-Umur/menit. 50-60 persen DNM ini adalah untuk pembakaran lemak. Nah, untuk meningkatkan daya tahan jantung-paru diperlukan 70 persen sampai 85 persen DNM dengan waktu setengah sampai 1 jam.

Keempat, teratur. Olahraga dilakukan dengan frekuensi secara teratur. Mulai dari 3-5 kali/minggu dengan selang 1 hari istirahat. Tentunya dilakukan secara bertahap.


Topik

Kesehatan berita-malang Olahraga-BBTT PPKO-Kusbianto kebugaran-jasmani



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imarotul Izzah

Editor

A Yahya