JATIMTIMES - Mindfulness belakangan sedang ramai menjadi sorotan. Istilah yang berarti kesadaran ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang berusaha hadir sepenuhnya dalam apa yang sedang dijalani.
Sederhananya, mindfulness mengajak seseorang untuk tidak terus-menerus larut dalam penyesalan masa lalu atau kekhawatiran tentang masa depan. Namun fokus diri diarahkan pada keadaan yang sedang dihadapi agar pikiran menjadi lebih tenang.
Baca Juga : Kopi Sudah Dingin tapi Baru Diminum? Ternyata Ada Makna di Balik Kebiasaan Ini
Dalam Islam, terdapat sejumlah konsep yang memiliki kemiripan dengan gagasan tersebut. Di antaranya khusyuk, muraqabah, dan tafakur. Ketiganya mengajarkan seorang Muslim untuk menghadirkan kesadaran dalam menjalani kehidupan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Namun, ketenangan hati dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan mengatur pikiran. Ada hubungan spiritual antara seorang hamba dan Allah SWT yang menjadi bagian penting dalam memperoleh ketenteraman hati.
Lantas, seperti apa mindfulness dalam perspektif Islam dan bagaimana cara seorang Muslim menenangkan hati?
Dikutip dari buku Jalan Menuju Ketenangan karya Ilyas Syuhada, ketenangan hati berkaitan erat dengan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.
Ketenangan tersebut dapat tumbuh ketika seseorang menyerahkan berbagai urusan kehidupannya kepada Allah SWT dengan ikhlas. Artinya, ketenangan bukan berarti seseorang terbebas dari masalah, melainkan memiliki keyakinan dan sandaran ketika menghadapi berbagai persoalan.
Dalam ajaran Islam, ketenangan hati juga tidak terpisahkan dari kedamaian spiritual. Salah satu cara untuk mendapatkannya adalah memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui zikir dan ibadah.
Dengan begitu, upaya menenangkan hati tidak hanya dilakukan dengan mengatur pikiran dan perasaan, tetapi juga dengan memperbaiki hubungan kepada Allah SWT.
Ada berbagai bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan seorang Muslim untuk menjaga ketenteraman hati.
Dikutip dari buku Manisnya Iman Damainya Ibadah: Perjalanan Menuju Hati yang Tenang karya Moh Nur Sholeh dan Meraih Bening Hati dengan Manajemen Qolbu karya Abdullah Gymnastiar, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.
1. Memperbanyak Zikir
Jika mindfulness mengajarkan seseorang untuk menghadirkan kesadaran pada saat ini, dalam Islam seorang Muslim juga diajarkan untuk selalu mengingat Allah SWT.
Zikir menjadi salah satu amalan utama untuk menjaga hati tetap tenteram. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Ar-Rad ayat 28:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."
Dari ayat tersebut disimpulkan bahwa mengingat Allah SWT menjadi salah satu jalan memperoleh ketenteraman hati.
Karena itu, zikir dapat dilakukan dalam berbagai kesempatan, tidak hanya ketika seseorang sedang menghadapi persoalan. Membiasakan hati mengingat Allah SWT menjadi bagian dari kehidupan seorang Muslim.
2. Menjaga Konsistensi Ibadah
Ketenangan hati juga dapat dibangun dengan menjaga ibadah agar tetap konsisten.
Ibadah yang dilakukan secara rutin akan menjadi bagian dari keseharian. Ketika sudah terbiasa, ibadah dapat terasa lebih ringan sekaligus menghadirkan kenikmatan tersendiri.
Baca Juga : Menelusuri Jejak Syekh Yusuf, Ulama asli Nusantara yang Jejaknya Mendunia hingga Diakui Nelson Mandela
Konsistensi dalam beribadah juga menjadi bentuk upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal tersebut sebagaimana firman-Nya:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ
Artinya: "dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu kepastian (kematian)." (QS Al-Hijr: 99)
Ibadah yang terus dijaga diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga kebutuhan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
3. Belajar Mengelola Hati
Selain zikir dan ibadah, ketenangan hati juga berkaitan dengan kemampuan seseorang mengelola dirinya. Dalam materi tersebut, hal ini disebut sebagai manajemen qolbu.
Manajemen qolbu mencakup cara seseorang berpikir, mengelola perasaan, hingga menentukan tindakan. Dalam Islam, semuanya perlu diarahkan agar sesuai dengan syariat dan prinsip agama.
Ketika menghadapi persoalan, seseorang tidak cukup hanya memikirkan jalan keluarnya. Cara menyikapi masalah juga perlu diperhatikan agar emosi tidak mengambil alih tindakan.
Pengelolaan hati inilah yang membantu seseorang belajar lebih tenang ketika menghadapi berbagai keadaan.
4. Memperbaiki Hubungan dengan Sesama
Ketenangan hati juga dapat dipengaruhi oleh hubungan sosial. Karena itu, memperbaiki hubungan dengan keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar menjadi bagian dari upaya menjaga kedamaian hati.
Islam mengajarkan umatnya untuk membangun hubungan baik dengan sesama manusia. Hubungan sosial yang sehat dapat menciptakan suasana yang lebih damai dalam kehidupan sehari-hari.
Sebaliknya, persoalan yang terus berlarut dengan orang-orang terdekat dapat menjadi beban pikiran. Karena itu, menjaga silaturahmi dan memperbaiki hubungan yang kurang baik juga dapat menjadi ikhtiar untuk memperoleh ketenangan.
Apa Manfaat Hati yang Tenang?
Menjaga ketenangan hati tidak hanya berkaitan dengan kehidupan spiritual. Kondisi tersebut juga dapat membantu seseorang menghadapi berbagai persoalan dengan lebih baik. Sejumlah manfaat yang bisa didapat, di antaranya:
• meningkatkan daya tahan tubuh;
• mengurangi risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan;
• membuat seseorang tidak mudah terpengaruh tekanan dan kekhawatiran hidup;
• meningkatkan kemampuan menghadapi masalah;
• membantu seseorang lebih sabar dan bijaksana dalam mengambil keputusan;
• membuat seseorang mampu bertindak lebih tenang dan rasional.
Pada akhirnya, mindfulness dalam Islam adalah cara seorang Muslim agar dapat menghadirkan kesadaran sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Zikir, menjaga ibadah, mengelola hati, dan memperbaiki hubungan dengan sesama menjadi beberapa jalan yang dapat ditempuh untuk menjaga hati tetap tenteram di tengah berbagai persoalan kehidupan. Semoga informasi ini bermanfaat.