Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Cara Cek Kualitas Udara Hari Ini dari HP, Bisa Pakai Google Maps

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

17 - Sep - 2026, 09:30

Placeholder
Peta kualitas udara pada laman IQAir AirVisual, per Kamis (17/9/2026) pagi. (Foto: tangkapan layar)

JATIMTIMES - Kondisi udara di luar rumah tidak selalu terlihat dari mata. Ketika polusi meningkat, kaebakaran hutan terjadi di sekitar wilayah tempat tinggal, atau gunung api mengalami erupsi, kualitas udara bisa berubah tanpa disadari.

Karena itu, mengecek kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah bisa menjadi salah satu langkah untuk mengetahui kondisi lingkungan terkini.

Baca Juga : Smile Line Sering Crack setelah Makeup? Teknik Ini Bisa Dicoba Tanpa Tambah Produk

Tak perlu alat khusus. Informasi kualitas udara kini bisa dipantau lewat HP menggunakan sejumlah layanan, mulai dari Google Maps, IQAir AirVisual hingga situs pemantauan BMKG.

Data yang ditampilkan biasanya mencakup Air Quality Index (AQI) serta konsentrasi partikulat seperti PM2.5.

Lantas, bagaimana cara mengeceknya?

Cek Kualitas Udara lewat Google Maps

Google Maps menyediakan fitur Air Quality atau Kualitas Udara di wilayah tertentu. Informasinya dapat dilihat langsung melalui tampilan peta.

Berikut langkah-langkahnya:
1. Buka aplikasi Google Maps di HP atau akses Google Maps melalui laptop.
2. Cari wilayah yang ingin diketahui kondisi udaranya.
3. Tekan ikon Layers/Lapisan di bagian kanan atas.
4. Pilih Air Quality/Kualitas Udara.
5. Informasi kualitas udara akan muncul pada wilayah yang mendukung fitur tersebut.

Data yang ditampilkan Google Maps dapat bersumber dari stasiun pemantauan maupun pemodelan kualitas udara.

Cek Kualitas Udara lewat IQAir AirVisual

Pilihan lainnya adalah aplikasi IQAir AirVisual. Aplikasi ini dapat digunakan untuk memantau kualitas udara di lokasi tertentu, termasuk melihat nilai AQI dan konsentrasi PM2.5.

Caranya berikut ini: 
1. Unduh dan buka aplikasi IQAir AirVisual.
2. Aktifkan izin lokasi atau GPS jika diperlukan.
3. Tentukan lokasi yang ingin dipantau.
4. Periksa nilai AQI dan informasi polutan yang tersedia.
5. Gunakan fitur peta untuk melihat kondisi udara di daerah lainnya.

Informasi ini dapat membantu pengguna mengetahui perubahan kualitas udara di lokasi yang sedang dipantau.

Pantau dari Situs BMKG

Untuk wilayah Indonesia, masyarakat juga dapat melihat informasi kualitas udara yang disediakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG menyediakan data konsentrasi PM2.5 di sejumlah wilayah. Data tersebut dapat digunakan untuk melihat kondisi partikulat udara sekaligus kategori kualitas udara yang ditampilkan.

Untuk mengeceknya, pengguna dapat:
1. Membuka situs pemantauan kualitas udara BMKG.
2. Memilih atau mencari kota yang ingin dipantau.
3. Melihat angka konsentrasi PM2.5.
4. Memperhatikan kategori kualitas udara yang tercantum.

Baca Juga : Lahan Makam di Sukun Kota MalangTerbakar, Area Seluas 100 Meter Persegi Terdampak

Cara Membaca AQI dan PM2.5

Saat mengecek kualitas udara, pengguna biasanya akan menemukan istilah AQI dan PM2.5.

AQI (Air Quality Index) merupakan indeks yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kualitas udara serta potensi dampaknya. Secara umum, semakin tinggi nilai AQI, semakin buruk kondisi kualitas udara.

Sementara PM2.5 adalah partikel udara berukuran sangat kecil dengan diameter sekitar 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya yang kecil membuat partikel ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Karena itu, konsentrasi PM2.5 menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas udara.

Sebagai informasi, kondisi udara tidak hanya dipengaruhi aktivitas kendaraan atau industri di perkotaan. Kebakaran hutan dan lahan juga dapat meningkatkan partikulat di udara.

Hal serupa dapat terjadi ketika gunung api mengalami erupsi. Abu vulkanik terdiri dari partikel batuan yang sangat halus dan dapat terbawa angin ke wilayah di sekitar gunung.

Partikel abu berukuran kecil, termasuk yang berada dalam rentang PM10, dapat melewati hidung dan tenggorokan hingga mencapai paru-paru. Partikel yang berukuran lebih besar umumnya tidak masuk sejauh itu, tetapi tetap bisa menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan.

Dalam jangka pendek, paparan abu vulkanik dapat memicu iritasi pada hidung, tenggorokan, saluran pernapasan, kulit, dan mata. Kondisi ini juga perlu menjadi perhatian lebih bagi orang yang memiliki penyakit kronis pada paru-paru atau jantung.

Dengan rutin mengecek kualitas udara melalui HP, masyarakat dapat mengetahui kondisi udara di wilayahnya sebelum keluar rumah. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk menyesuaikan aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk akibat polusi, karhutla, maupun aktivitas gunung api. Semoga informasi ini membantu ya Sobat JatimTIMES. 


Topik

Peristiwa kebakaran hutan cek kualitas udara bmkg google maps



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya