JATIMTIMES – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) bergerak taktis merespons keresahan masyarakat terkait gelombang pemadaman listrik bergilir yang terjadi di berbagai wilayah dalam beberapa hari terakhir. Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak, menaruh perhatian serius terhadap hal ini.
Guna meminimalisir risiko fatal, Pemprov Jatim mendesak PT PLN (Persero) memberikan jaminan proteksi penuh pada jalur interkoneksi energi yang mengalir ke objek-objek vital pelayanan publik. Emil membeberkan bahwa pemadaman massal tersebut dipicu oleh defisit daya listrik yang cukup masif akibat macetnya pasokan batu bara ke pembangkit.
Baca Juga : Sidang Paripurna, Bupati Jember Gus Fawait Serahkan Enam Raperda Strategis ke DPRD
Hal ini membuat kebutuhan pelanggan ketika mencapai beban puncak, tidak dapat terlayani sepenuhnya. "Kalau malam hari itu beban itu jadi meningkat antara jam 6 sampai jam 9. Total 445 Megawatt yang harus dipadamkan. Tetapi, itu posisi per kemarin lusa," kata Emil Dardak, Senin (22/6/2026).
Merespons situasi darurat tersebut, Emil menegaskan bahwa atas arahan Gubernur Jatim, jajaran eksekutif langsung menginstruksikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim untuk bertindak sebagai koordinator utama di lapangan. Dinas ESDM diminta melakukan pemetaan ketat serta mengunci sektor-sektor strategis agar dibebaskan dari kebijakan pemadaman bergilir.
Menurut Emil, ketidakstabilan pasokan daya atau kondisi listrik yang padam-nyala secara mendadak (byar-pet) sangat berbahaya bagi keselamatan publik dan sirkuit layanan masyarakat. Beberapa sektor vital yang wajib diproteksi tanpa toleransi antara lain fasilitas kesehatan (rumah sakit), jaringan distribusi air bersih (PDAM), lampu pengatur lalu lintas (traffic light), hingga sistem palang perlintasan kereta api.
"Ini kan yang bahaya ini kan perlintasan kereta api, traffic light, PDAM kan merasakan dampaknya ya, terus rumah sakit. PLN sudah setuju bahwa kalau ada pemadaman yang terencana, itu harus mengabarkan, koordinasi dengan dinas terkait ya. Jadi kami juga sudah minta Dinas ESDM menjadi koordinator untuk memastikan pemetaan sektor-sektor strategis," papar Emil.
Meskipun pihak PLN melaporkan telah membangun jaringan komunikasi digital lintas elemen hingga ke tingkat desa dengan estimasi pemberitahuan satu hingga dua jam sebelum pemadaman, Pemprov Jatim meminta sistem tersebut dievaluasi total agar berjalan presisi.
Mantan Bupati Trenggalek ini menekankan pentingnya akurasi informasi agar instansi pelayanan publik, jajaran dinas perhubungan di kabupaten/kota, hingga operator transportasi seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI) bisa menyiagakan langkah antisipasi darurat secara tepat waktu. Pemprov Jatim berharap manajemen PLN menyusun skema komunikasi publik yang matang agar masyarakat tidak dihadapkan pada pemadaman mendadak tanpa persiapan.
"PLN ini perlu menyampaikan pola komunikasi yang betul-betul presisi dan tepat yang mungkin sedang mereka rancang. Tapi saya memahami bahwa PLN sebenarnya ingin memastikan pelanggan sebisa mungkin tahunya ya tidak pas pet mati gitu," tandasnya.
Baca Juga : Arema FC Susun Skuad Musim Baru, Hansamu Dipermanenkan dan Kerangka Tim Tetap Dipertahankan
"Nah, ini yang tentu kita terus komunikasikan. Kami pun harus memantau hasil koordinasi yang tadi kami minta atas arahan Bu Gubernur ya, dengan dinas-dinas tertentu atau instansi tertentu," imbuhnya.
Terkait perkembangan di sektor hulu energi, Emil menyampaikan angin segar berdasarkan hasil pemantauan intensif dan laporan berkala dari pusat pengatur beban listrik. Sejak awal pekan ini, pasokan daya di tingkat pembangkit dilaporkan mulai berangsur pulih ke posisi normal, sehingga manajemen beban atau intensitas pemadaman bergilir dapat dipangkas secara bertahap.
Kendati situasi mulai kondusif, Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus mengawal proses monitoring ini bersama Kementerian ESDM guna memastikan roda pemulihan ekonomi dan ketenteraman aktivitas harian warga Jatim kembali berjalan optimal.
"Harusnya kemarin dari pusat pengatur beban tidak ada manajemen beban, itu Minggu. Nah hari ini Senin, evaluasi dan monitoring. Jadi sebenarnya berangsur-angsur ada pemulihan supply. Nah, tetapi sekali lagi kita juga terus berkoordinasi dan memantau laporan dari masyarakat," pungkasnya.
