Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Kementan Belum Beri Lampu Hijau, Pemkot Batu Bawa Isu Kebijakan Khusus Pupuk Subsidi ke Rembuk KTNA Nasional

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

22 - Jun - 2026, 12:50

Placeholder
Ilustrasi petani di Kota Batu. Pemkot Batu belum mendapatkan titik terang isu kebijakan khusus yang dimohonkan ke Kementan untuk pupuk subsidi pada daerah mayoritas hortikultura dan apel seperti Kota Batu dan segera dibawa ke KTNA.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dalam memperjuangkan nasib para petani lokal yang kesulitan mendapatkan akses pupuk subsidi terus bergulir. Kendati surat resmi yang dilayangkan ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI hingga kini belum membuahkan hasil, jajaran eksekutif menyiapkan strategi alternatif untuk membawa ke forum nasional.

Mandeknya restu dari pusat terkait dispensasi pupuk subsidi bagi sektor hortikultura, perkebunan apel, hingga sektor peternakan ini rencananya bakal diboyong langsung ke forum nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Baca Juga : Harga BBM Naik dan Tahun Ajaran Baru Tiba, Motor Listrik Makin Laris di Malang

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, membenarkan bahwa sampai saat ini belum ada lampu hijau atau jawaban resmi dari pihak Kementan RI. Tembok tebal aturan baku dari pemerintah pusat disinyalir menjadi pengganjal utama.

Sebab, dalam regulasi nasional, kriteria penerima pupuk subsidi dikunci secara ketat hanya untuk komoditas pangan tertentu. Kondisi ini berbanding terbalik dengan karakteristik sosiologis Kota Batu yang mayoritas wilayah pertaniannya didominasi oleh sektor hortikultura.

"Belum ada jawaban (dari Kementan), tapi kami tetap upayakan. Memang kalau memenuhi kriteria dari Kementerian Pertanian, kita ini tidak masuk," tegas Heli saat ditemui JatimTIMES, belum lama ini.

Lebih lanjut, Heli membeberkan bahwa dampak dari kakunya regulasi pusat tersebut kini kian meluas di lapangan. Imbasnya tidak hanya membuat petani apel dan hortikultura kelimpungan akibat biaya produksi yang membengkak, melainkan juga membuat para peternak sapi perah di Kota Batu ikut menjerit.

Para peternak disebut kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi untuk merawat dan menyuburkan lahan rumput gajah, yang notabene menjadi pasokan pakan utama bagi ketahanan produksi susu ternak mereka.

Baca Juga : Resah dengan Perubahan, Mitra SPPG di Jatim Ingin Audiensi dengan BGN

Guna memecah kebuntuan birokrasi tersebut, Pemkot Batu kini membidik dua momentum besar KTNA sebagai panggung diplomasi strategis. Kebetulan, Kota Batu dijadwalkan bakal menjadi tuan rumah gelaran Rembuk KTNA seluruh Indonesia yang akan dihelat pada 19-23 September mendatang.

Tak hanya memanfaatkan status sebagai tuan rumah di bulan September nanti, dalam waktu dekat Heli juga berencana terbang langsung ke Pulau Sulawesi untuk mengawal draf usulan dispensasi tersebut dalam pertemuan pra-KTNA yang diselenggarakan di Gorontalo.

"Pasti akan kami suarakan terkait pupuk subsidi ini. Kami minta dispensasi agar aturan disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing," pungkasnya.


Topik

Pemerintahan kota batu heli suyanto pupuk subsidi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri