Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Tekno

Beda! Netizen Luar Negeri Ribut Soal Security, Orang Indonesia Malah Sibuk Tanya Cara Install OpenClaw

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

15 - Mar - 2026, 20:02

Placeholder
Grafis riset tentang perbedaan cara komunitas global dan pengguna di Indonesia membahas teknologi di media sosial. (Foto: Powered by BeData Technology)

JATIMTIMES - Belakangan ini, keberadaan AI Agent seperti OpenClaw atau Clawdbot menjadi topik yang semakin sering dibicarakan di media sosial. Namun, jika menelusuri percakapan di platform X (Twitter), terlihat adanya perbedaan cukup mencolok antara cara komunitas global dan pengguna di Indonesia membahas teknologi tersebut.

Riset terbaru yang dilakukan BeData Technology terhadap percakapan di platform X sepanjang Februari 2026 mengungkap fenomena tersebut.

Baca Juga : Liburan ke Timur Tengah Batal? Ini 6 Destinasi Alternatif yang Tak Kalah Menarik

Di komunitas global yang menggunakan bahasa Inggris, diskusi cenderung lebih langsung dan bersifat evaluatif. Ketika terjadi momen viral pada akhir Februari, volume percakapan meningkat tajam hingga mencapai 93 tweet dalam satu hari.

Sentimen positif terhadap teknologi ini cukup tinggi, yakni sekitar 31 persen. Banyak pengguna memuji kemampuan AI agent dalam membantu proses pemrograman, otomatisasi tugas, serta meningkatkan efisiensi alur kerja.

Logo BeData Technology. (FOTO: istimewa)

Namun di sisi lain, pengguna juga menyoroti potensi risiko yang menyertai teknologi tersebut. Istilah seperti vulnerabilities, backdoor, hingga wallet sering muncul dalam percakapan.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi tersebut dinilai canggih dan bermanfaat, komunitas global tetap memberikan perhatian serius terhadap isu keamanan, termasuk potensi kebocoran data dan ancaman peretasan.

Berbeda dengan percakapan global, diskusi di Indonesia cenderung lebih tenang dan berorientasi pada penggunaan praktis. Sekitar 73,8 persen percakapan netizen Indonesia bersifat netral.

Dominasi sentimen netral ini menunjukkan bahwa banyak pengguna masih berada pada tahap eksplorasi dan pembelajaran.

Alih-alih memperdebatkan aspek keamanan atau implikasi etis dari teknologi AI, sebagian besar percakapan justru berfokus pada cara penggunaan. Pertanyaan yang sering muncul antara lain terkait proses instalasi, kemungkinan integrasi dengan platform seperti WhatsApp, serta ketersediaan akses API.

Baca Juga : Panduan Lengkap Salat Idulfitri 2026: Niat, Bacaan, Tata Cara hingga Doa

Keluhan yang muncul pun cenderung berkaitan dengan aspek teknis penggunaan sehari-hari, seperti proses instalasi yang dianggap cukup rumit, keterbatasan fitur pada versi gratis, atau performa aplikasi yang dinilai kurang optimal.

Riset BeData Technology menunjukkan bahwa diskusi tentang AI di komunitas global telah memasuki tahap evaluasi yang lebih mendalam. Terutama terkait manfaat dan risiko teknologi.

Sementara itu, di Indonesia, percakapan masih didominasi oleh tahap eksplorasi dan adopsi awal. Pengguna lebih banyak membahas bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara praktis. Termasuk integrasinya dengan berbagai platform komunikasi untuk mendukung aktivitas kerja sehari-hari.

Perbedaan ini menggambarkan bahwa komunitas global cenderung fokus pada aspek evaluasi teknologi dan potensi risikonya. Sedangkan pengguna di Indonesia lebih menaruh perhatian pada manfaat praktis serta kemudahan penggunaan.

Dengan kata lain, di tingkat global diskursus lebih banyak berkisar pada pertanyaan mengenai keamanan dan dampak teknologi. Sementara di Indonesia perhatian lebih tertuju pada bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas.


Topik

Tekno ai agent openclaw bedata technology



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya