Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Opini

Mengapa Kita Harus Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika?

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Redaksi

12 - Mar - 2026, 17:04

Placeholder
M. Bahrul Marzuki, Gibol Surabaya

JATIMTIMES - Piala Dunia 2026 rencananya akan digelar oleh FIFA di 16 kota di tiga Negara. Yakni, Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. 

Sesuai jadwal apabila jadi terlaksana pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Atau terlaksana hampir satu bulan lamanya.

Baca Juga : Panduan Lengkap Salat Idulfitri 2026: Niat, Bacaan, Tata Cara hingga Doa

Namun perbedaan sangat terasa pada gelaran yang selalu ditunggu-tunggu pada event lima tahunan kali ini. Penyebabnya adalah keberadan tuan rumah Amerika Serikat.

FIFA yang selalu memiliki slogan Fairplay atau sportivitas di atas segalanya seakan lupa. Bahwa pada tahun 2022 pernah memberikan sanksi banned terhadap Rusia berupa larangan keikut sertaan pada level kompetisi resmi apapun di dunia.

Hal tersebut karena adanya invansi militer Rusia terhadap Ukraina. Namun saat ini FIFA seakan diam saja, menutup mata terhadap agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat beserta Israel terhadap Iran.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Presiden FIFA Gianni Infantino. Apakah akan menunda, mengalihkan atau membatalkan keikut sertaan Amerika Serikat sebagai peserta maupun tuan rumah Piala Dunia.

Padahal Amerika telah terang-terangan menghabisi pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamanei beserta keluarga yang sedang berkumpul pada bulan Ramadan ini. Demikian halnya rudal Tomahawk milik Amerika yang menyasar sekolah hingga kemudian membunuh 110 lebih siswi yang sedang menempuh pendidikan dasar.

Namun satu hal yang pasti adalah kemanusiaan di atas segalanya. Termasuk juga di atas gegap-gempita sepak bola.

Khususon kepada Gibol di manapun berada hal ini harap ikut dipertimbangkan. Solidaritas kita sebagai sesama manusia harus lah lebih tinggi. Jangan sampai kita bersuka cita sementara di belahan dunia lainnya terjadi genosida atau pembantaian terhadap sesama manusia.

Nilai kemanusiaan berada lebih tinggi di atas prestis, materi, uang, kebanggan, prestasi, dll. Hal ini sudah ditunjukkan oleh Timnas Iran itu sendiri.

Setelah melalui berbagai rangkaian kualifikasi timnas Iran menyatakan mundur dari Piala Dunia 2026. Padahal mereka sudah masuk plot berada di grup G bersama dengan Belgia, Selandia Baru dan juga Mesir.

Patut ditunggu apakah setelah ini kembali akan ada timnas lain menyusul mundur setelah dinyatakan lolos sebagai peserta? Karena kembali lagi sepak bola memiliki azas menjunjung tinggi sportivitas. 

Hal yang sangat tidak ditunjukkan oleh FIFA saat ini. Mereka seakan memiliki standart ganda atau mengistimewakan Negara Paman Sam karena sebagai Negara Full Power. Yang bisa merudal Negara orang lain kapan saja dan di manapun berada.

Baca Juga : Cara Membuat Stiker atau Twibbon Lebaran 2026 di ChatGPT, Cocok Dibagikan untuk Jelang Hari Raya

Karena itu pada Piala Dunia 2026 ini diharapkan boikot terhadap Piala Dunia 2026 (#BoycottWordlCupUSA2026) lebih ramai ketimbang keberadaan Piala Dunia itu sendiri apabila memang jadi terlaksana. Khususnya secara istimewa apabila hastag ini malah diramaikan oleh Gibol di manapun berada.

Sebab, bagaimana bisa Amerika Serikat menjadi tuan rumah yang baik dengan menjamin keamanan dan keselamatan warga lain yang berkunjung ke sana, sementara di belahan dunia lainnya tentara pengaman mereka justru membunuh orang-orang tak bersalah atau membidik anak kecil segai korban.

Dan satu hal lagi yang menjadi kekhawatiran akan adanya pengumpulan pundi-pundi uang terkumpul dari Piala Dunia 2026 untuk membiayai perang oleh Presiden Amerika, Donald Trump. Sebab bagamanapun juga event besar sepak bola selalu berhasil mengumpulkan pundi uang. Misal dari pembelian tiket, penjualan merchandise, penginapan maupun makanan dan minuman.

Contohnya saja pada gelaran Piala Dunia 202 di Qatar. Berdasarkan laporan dari Aljazeera, FIFA menyampaikan laporan bahwa Piala Dunia Qatar mendatangkan keuntungan mencapai US$ 7,5 miliar atau sekitar Rp 117,75 triliun.

Kedepan tentu Amerika membutuhkan  uang apabila pada bulan Juni 2026 ini perang masih tetap berlanjut melawan Iran. Dan juga sudah beredar kabar ketika awal perang melawan Iran selama empat hari Amerika diperkirakan sudah menelan kerugian lebih dari US$ 1 miliar atau Rp 16,9 triliun (asumsi kurs Rp 16.905 per dolar AS). Kerugian AS dihitung dari operasional militer hingga kehilangan peralatan militer sejak Sabtu (28/2).

Karena itu bagi warga Negara Indonesia khususnya, apabila berniat hendak membeli tiket Piala Dunia 2026 secara langsung harap dipertimbangkan dengan matang. Jangan sampai rupiah yang kita keluarkan ternyata ikut mendanai perang tanpa kita ketahui.


Penulis adalah Jurnalis Media Lokal Surabayatimes.com sekaligus Gibol Surabaya 

#BoycottWorldCupUSA2026


Topik

Opini boikot piala dunia amerika boycottworldcupusa2026



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Redaksi