Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Kisah Mustajabnya Doa di Bulan Ramadan: Wanita Buta di Bashrah Mendadak Bisa Melihat

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

07 - Mar - 2026, 10:46

Placeholder
Ilustrasi seorang muslimah yang buta, bermunajat dibulan Ramadhan dan keajaiban terjadi. Ia bisa melihat setelah Allah SWT mengabulkan doanya untuk bisa melihat. (pixabay)

JATIMTIMES - Ramadan selalu dipandang sebagai bulan yang sarat keberkahan. Dalam banyak riwayat, masa ini diyakini sebagai waktu yang sangat baik untuk memanjatkan doa karena Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya selebar-lebarnya. Sejumlah kisah ulama terdahulu bahkan menggambarkan bagaimana doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan pada bulan suci dapat berbuah keajaiban.

Salah satu kisah yang sering diceritakan dalam literatur klasik datang dari karya Ibn Abi Dunya, seorang ulama yang dikenal banyak menulis tentang hadis dan kisah-kisah hikmah. Dalam kitabnya berjudul Mujabud Da’wah, ia meriwayatkan sebuah cerita tentang seorang perempuan tunanetra yang memperoleh kembali penglihatannya setelah berdoa di bulan Ramadan.

Baca Juga : Cara Salat Lailatul Qadar Lengkap dengan Doa yang Dianjurkan

Kisah tersebut dituturkan oleh Syu'aib bin Muhriz. Ia menceritakan bahwa pada masa pemerintahan Muhammad bin Sulaiman, seorang tokoh penting di lingkungan Dinasti Abbasiyah, tinggal seorang perempuan yang telah lama mengalami kebutaan. Perempuan itu hidup sederhana di Kota Bashrah.

Suatu malam pada tanggal 24 Ramadan, kabar mengejutkan menyebar di kalangan masyarakat setempat. Perempuan yang selama ini tidak dapat melihat itu tiba-tiba kembali memperoleh penglihatannya. Berita tersebut membuat banyak orang penasaran, termasuk Syu’aib bin Muhriz.

Ia kemudian berinisiatif mendatangi rumah tempat perempuan itu tinggal, yakni di kediaman Musa al-Muhtasib di Bashrah. Ketika tiba di sana, ia diminta menunggu di depan rumah sebelum akhirnya perempuan tersebut keluar menemuinya.

Saat itulah Syu’aib menyaksikan sendiri kondisi yang membuatnya takjub. Mata perempuan itu tampak normal, seolah tidak pernah mengalami kebutaan sebelumnya. Ia pun bertanya dengan penuh rasa ingin tahu tentang doa apa yang dipanjatkan hingga memperoleh karunia tersebut.

“Wahai hamba Allah, doa apakah yang engkau panjatkan kepada Tuhanmu?” tanya Syu’aib.

Perempuan itu kemudian menceritakan bahwa sejak awal Ramadan ia berusaha memaksimalkan ibadahnya. Pada malam pertama bulan suci, ia melaksanakan salat di masjid Al-Hay. Setelah itu ia memperbanyak ibadah pada malam-malam berikutnya.

Ia juga rutin melaksanakan salat pada waktu sahur di tempat ibadah kecil yang ada di rumahnya. Pada saat itulah ia memanjatkan doa dengan penuh harap kepada Allah SWT.

Perempuan tersebut mengucapkan doa : “Wahai Dzat yang mengangkat penderitaan Nabi Ayyub, wahai Yang menyayangi Nabi Ya’qub yang telah beruban, wahai Yang mengembalikan Nabi Yusuf kepada Nabi Ya’qub, kembalikanlah penglihatanku.”

Perempuan itu mengaku tidak menyangka apa yang kemudian terjadi setelah doa tersebut dipanjatkan. “Seketika setelah aku memohon dengan doa itu, terasa seperti ada sesuatu yang terlepas dari mataku. Tiba-tiba saja aku bisa melihat kembali,” tuturnya sebagaimana dikutip dalam kitab Mujabud Da’wah karya Ibn Abi Dunya.

Baca Juga : 5 Film dan Serial Tentang Konflik Iran, AS, dan Israel yang Penuh Intrik Spionase

Kisah tersebut tercantum dalam kitab Mujabud Da’wah terbitan Muassasah al-Kutub ats-Tsaqafiyyah, Beirut, tahun 1993, jilid pertama halaman 79.

Walaupun nama perempuan dalam cerita tersebut tidak disebutkan secara jelas, para ulama sering menjadikannya sebagai pelajaran tentang kekuatan doa, terutama ketika dipanjatkan dengan kesungguhan hati pada bulan Ramadan.

Bulan suci ini memang memiliki banyak keutamaan, termasuk waktu-waktu yang diyakini mustajab untuk berdoa. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat malam, zikir, membaca Al-Qur’an, dan memohon kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW sendiri menegaskan bahwa doa orang yang berpuasa memiliki kedudukan istimewa. Dalam sebuah hadis disebutkan:

“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak akan ditolak ketika ia berbuka.” Hadis tersebut diriwayatkan oleh Ibn Majah dalam kitab Sunan Ibnu Majah.

Riwayat ini menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak melewatkan momen Ramadan hanya sebagai rutinitas ibadah semata. Kisah perempuan tunanetra dari Bashrah tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana doa yang dipanjatkan dengan keyakinan dapat membawa harapan baru.

Para ulama sering menekankan bahwa doa bukan sekadar permintaan, tetapi juga wujud ketergantungan manusia kepada Sang Pencipta. Karena itu, Ramadan kerap disebut sebagai bulan latihan spiritual. Di dalamnya umat Islam diajak memperkuat hubungan dengan Allah melalui berbagai ibadah, baik yang bersifat wajib maupun sunnah. 


Topik

Agama doa mustajab di bulan ramadan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri