JATIMTIMES - Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu waktu paling istimewa dalam bulan Ramadan. Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amal ibadah, mulai dari salat sunnah, membaca Al-Qur’an, hingga memanjatkan doa.
Hal itu karena malam Lailatul Qadar diyakini sebagai malam penuh kemuliaan, bahkan disebut lebih baik dari seribu bulan. Karena keistimewaannya, banyak umat Islam mencari tahu bagaimana cara menghidupkan malam tersebut, termasuk dengan melaksanakan salat sunnah.
Baca Juga : Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar Menurut Quraish Shihab
Lantas, bagaimana sebenarnya cara salat Lailatul Qadar dan doa yang dianjurkan dibaca pada malam tersebut?
Pada dasarnya, dalam literatur hadis dan kitab fiqih klasik tidak ditemukan dalil khusus yang secara tegas menyebut adanya salat sunnah khusus bernama salat Lailatul Qadar.
Namun, tuntunan mengenai salat sunnah yang diamalkan pada malam tersebut disebutkan dalam kitab Durratun Nashihin fil Wa'zhi wal Irsyad karya Syekh Utsman Al-Khaubawi.
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa salat sunnah pada malam Lailatul Qadar dapat dilakukan sebanyak dua rakaat, sebagaimana salat sunnah pada umumnya. Berikut tata cara yang disebutkan dalam kitab tersebut:
• Membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama.
• Setelah itu membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama.
• Pada rakaat kedua kembali membaca Surat Al-Fatihah.
• Kemudian membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak tujuh kali.
• Setelah salam dianjurkan membaca istighfar sebanyak 70 kali.
Adapun bacaan istighfar yang dianjurkan dibaca setelah salam adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullāha wa atūbu ilayhi
Artinya:
"Aku memohon ampunan Allah dan aku bertobat kepada-Nya."
Dalam riwayat yang disebutkan dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa orang yang melaksanakan salat sunnah dua rakaat pada malam Lailatul Qadar akan mendapatkan ampunan dari Allah.
Disebutkan pula bahwa Allah akan mengampuni orang tersebut dan kedua orang tuanya ketika ia bangkit dari tempat duduknya setelah salat.
Selain itu, riwayat tersebut juga menyebutkan bahwa Allah mengutus malaikat ke surga untuk menanam pepohonan, membangun istana, dan menggali sungai bagi orang yang mengamalkan salat sunnah pada malam Lailatul Qadar. Bahkan, orang tersebut disebut dapat melihat ganjaran itu sebelum meninggal dunia. Penjelasan ini dapat ditemukan dalam kitab Durratun Nashihin fil Wa‘zhi wal Irsyad halaman 285–286.
Meski demikian, riwayat yang dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Abbas dalam kitab tersebut juga menjadi perdebatan di kalangan ulama.
Riwayat tersebut disebutkan berasal dari kitab tafsir Hanafi, namun tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadis yang selama ini dijadikan rujukan utama dalam penetapan hukum Islam.
Karena itu, dalam kitab-kitab fiqih umumnya tidak ditemukan pembahasan khusus mengenai salat sunnah Lailatul Qadar dalam bab salat sunnah (salat nafilah).
Meski begitu, para ulama tetap menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan, termasuk dengan melaksanakan salat malam seperti tahajud, witir, maupun salat sunnah lainnya.
Selain memperbanyak salat sunnah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar.
Salah satu doa yang sangat dianjurkan berasal dari hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 7 Maret 2026: Aries Butuh Waktu Menenangkan Diri, Gemini Diminta Keluar dari Zona Nyaman
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa yang sebaiknya dibaca ketika menjumpai Lailatul Qadar.
Berikut redaksi doa yang dianjurkan:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī
(‘annā jika dibaca berjamaah)
Artinya:
"Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah. Engkau menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami)."
Adapun bunyi hadisnya adalah sebagai berikut:
وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي
Artinya:
“Dari Sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai Lailatul Qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’’” (HR At-Tirmidzi).
Selain itu, terdapat redaksi doa lain yang juga diriwayatkan oleh lima imam hadis kecuali Imam Abu Dawud. Doa tersebut berbunyi:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī
Artinya:
"Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku."
Hadis tersebut berbunyi:
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ: أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اَلْقَدْرِ, مَا أَقُولُ فِيهَا? قَالَ: "قُولِي: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي" رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ غَيْرَ أَبِي دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَالْحَاكِمُ
Artinya:
“Dari Sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mengerti sebuah malam itu adalah Lailatul Qadar. Bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,’’” (HR lima imam hadis kecuali Imam Abu Dawud. Hadis ini dinilai sahih oleh Imam At-Tirmidzi dan Al-Hakim).
Karena waktu Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Dengan demikian, peluang untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar akan semakin besar.
