Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Disebut Paling Penting, Ini Keutamaan 10 Hari Kedua Puasa Ramadan yang Perlu Diketahui

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

05 - Mar - 2026, 12:40

Placeholder
Ilustrasi bulan Ramadan. (Foto Pixabay)

JATIMTIMES - Bulan Ramadan terbagi dalam tiga fase utama yang masing-masing memiliki makna dan keutamaan tersendiri. Banyak ulama menyebut, 10 hari kedua Ramadan menjadi momen yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat limpahan ampunan dari Allah SWT. Fase ini menjadi waktu terbaik bagi umat Islam untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki diri.

Lalu, 10 hari kedua Ramadan disebut apa? Apa saja keutamaannya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca Juga : Nyepi 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Makna Lengkap Rangkaian Upacaranya

10 Hari Kedua Ramadan Disebut Fase Maghfirah

Pembagian fase Ramadan merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah. Dalam hadis tersebut disebutkan:

أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهْ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ

Artinya:

“Awal bulan itu adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah kemerdekaan dari neraka.”

Berdasarkan hadis tersebut, 10 hari kedua Ramadan dikenal sebagai fase maghfirah atau fase ampunan. Pada masa inilah Allah SWT membuka pintu ampunan selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Namun, untuk meraih ampunan tersebut, seorang muslim tentu tidak cukup hanya berharap tanpa usaha. Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Cara Meraih Ampunan di 10 Hari Kedua Ramadan

Memasuki fase maghfirah, umat Islam dianjurkan untuk lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah, baik yang wajib maupun sunah. Selain menjaga puasa dan salat lima waktu, amalan berikut sangat dianjurkan:

• Memperbanyak istighfar

• Tadarus Al-Qur’an

• Salat malam (qiyamul lail atau tarawih)

• Bersedekah

• Berdzikir dan memperbanyak doa

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:

Baca Juga : 3 Amalan Malam Nuzulul Qur’an Lengkap dengan Doanya 

“Barangsiapa yang melaksanakan ibadah malam pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Al-Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa ampunan Allah SWT sangat dekat bagi mereka yang menjalankan ibadah dengan niat yang tulus dan hanya mengharap rida-Nya.

Keutamaan Lain: Momentum Turunnya Al-Qur’an

Selain sebagai fase ampunan, sebagian ulama berpendapat bahwa pada 10 hari kedua Ramadan juga terjadi peristiwa penting dalam sejarah Islam, yakni turunnya Al-Qur’an.

Pendapat ini merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Anfal ayat 41:

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَاَنَّ لِلّٰهِ خُمُسَهٗ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya:

“Ketahuilah, sesungguhnya apa pun yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlimanya untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnu sabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad) pada hari al-Furqan (pembeda), yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Anfal: 41)

Sebagian mufasir menafsirkan “hari al-Furqan” sebagai peristiwa Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadan tahun 2 Hijriah. Peristiwa tersebut berada di rentang 10 hari kedua Ramadan.

Karena itu, fase ini tidak hanya identik dengan ampunan, tetapi juga berkaitan dengan turunnya wahyu yang menjadi petunjuk hidup umat manusia.

Pada akhirnya, inti dari 10 hari kedua Ramadan adalah kesungguhan dalam memperbaiki diri. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga hati, lisan, dan perilaku.

Jika ibadah dijalankan dengan iman, tulus, dan ikhlas, maka Ramadan tidak akan terasa berat. Justru sebaliknya, hati akan terasa lebih tenang dan ringan.

Fase maghfirah menjadi kesempatan emas yang sayang untuk dilewatkan. Sebab tidak ada jaminan bahwa kita akan kembali bertemu Ramadan di tahun berikutnya.


Topik

Agama Puasa Ramadan keutamaan ramadan ramadan 2026



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni