JATIMTIMES - Memasuki malam ke-15 Ramadan, umat Islam telah berada di pertengahan bulan penuh berkah. Pada fase ini, semangat ibadah sebagian orang mulai menurun karena rasa lelah atau rutinitas yang padat. Padahal, setiap malam Ramadan memiliki keutamaan tersendiri, termasuk malam kelima belas yang disebut memiliki keistimewaan besar bagi mereka yang menjaga salat Tarawih.
Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan bahwa orang yang menunaikan salat Tarawih pada malam ke-15 Ramadan akan mendapatkan doa dan permohonan ampun dari para malaikat, termasuk malaikat yang memikul Arsy dan malaikat penjaga Kursi.
Disebutkan dalam kitab tersebut:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةَ عَشَرَةَ تُصَلِّى عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ وَحَمَلَةُ الْعَرْشِ وَالْكُرْسِىِّ
Artinya: Pada malam kelima belas, para malaikat, malaikat penyangga Arsy dan para malaikat penjaga Kursi akan memintakan ampunan untuknya.
Keutamaan ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah tarawih di pertengahan Ramadan.
Siapa Malaikat Pemikul Arsy?
Arsy adalah singgasana Allah yang paling agung. Dalam ajaran Islam, Arsy digambarkan sebagai makhluk terbesar ciptaan Allah yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan-Nya. Terdapat malaikat-malaikat khusus yang diberi tugas untuk memikul Arsy. Mereka memiliki kedudukan sangat tinggi dan berada dekat dengan Allah SWT.
Para malaikat tersebut dikenal sebagai makhluk yang selalu taat dan tidak pernah bermaksiat. Doa yang mereka panjatkan tentu memiliki nilai istimewa. Ketika disebutkan bahwa malaikat pemikul Arsy memohonkan ampun bagi orang yang salat tarawih malam ke-15, ini menjadi kabar gembira bagi setiap Muslim yang ingin meraih rahmat dan pengampunan Allah.
Makna Kursi dalam Keagungan Allah
Selain Arsy, dalam ajaran Islam juga dikenal istilah Kursi. Kursi adalah bagian dari tanda kebesaran Allah yang luasnya meliputi langit dan bumi. Dalam berbagai penjelasan ulama, Kursi memiliki kedudukan yang agung meskipun berada di bawah Arsy.
Malaikat yang menjaga Kursi juga termasuk makhluk yang memiliki tugas besar dalam menjalankan perintah Allah. Disebutkannya mereka dalam keutamaan malam ke-15 menunjukkan bahwa doa yang dipanjatkan bukanlah doa biasa, melainkan doa dari makhluk-makhluk pilihan yang sangat mulia.
Baca Juga : Pemkot Surabaya Tambah Stok Beras dan Minyakita di GPM Benowo
Pertengahan Ramadan sering kali menjadi titik ujian konsistensi. Pada sepuluh hari pertama, semangat biasanya masih membara. Namun ketika memasuki hari ke-15, sebagian orang mulai merasa lelah atau kurang bersemangat.
Padahal, menjaga ibadah hingga pertengahan bulan adalah tanda kesungguhan dalam beribadah. Keutamaan malam ke-15 menjadi pengingat bahwa setiap malam Ramadan tetap memiliki nilai besar di sisi Allah.
Salat tarawih bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT. Dengan menunaikannya secara khusyuk, seorang hamba berharap dosa-dosanya diampuni dan derajatnya diangkat.
Janji didoakan oleh malaikat pemikul Arsy dan malaikat penjaga Kursi tentu menjadi motivasi spiritual yang kuat. Setiap Muslim tentu mendambakan ampunan dan rahmat Allah, terlebih di bulan yang penuh keberkahan ini.
Malam ke-15 Ramadan mengajarkan pentingnya istiqamah. Jangan sampai semangat ibadah hanya kuat di awal, lalu melemah di tengah perjalanan. Justru di fase inilah ketulusan dan konsistensi diuji.
Semoga dengan mengetahui keutamaan salat tarawih malam ke-15 ini, kita semakin bersemangat menjaga ibadah hingga akhir Ramadan dan meraih keberkahan yang dijanjikan Allah SWT.
