JATIMTIMES - Tren harga sejumlah komoditas pangan di Kota Malang mulai menunjukkan penurunan dalam beberapa hari terakhir. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari.
Menurutnya, komoditas cabai yang sebelumnya sempat tinggi kini berangsur turun. Untuk cabai rawit di Pasar Bunul, misalnya, kemarin masih berada di angka Rp93 ribu per kilogram. Namun hari ini sudah turun menjadi Rp85 ribu per kilogram.
Baca Juga : Mie Gacoan Lakukan Penyesuaian Jam Layanan Selama Bulan Suci Ramadan
“Kalau di tempat kulakan seperti di Pasar Gadang memang bisa lebih murah, tadi bahkan sempat di kisaran Rp80 ribu karena itu pusat kulakan,” jelasnya.
Tak hanya cabai, sejumlah komoditas lain juga mulai terkoreksi. Bawang putih kini turun menjadi Rp29 ribu per kilogram. Harga telur ayam juga merosot menjadi Rp27 ribu per kilogram.
“Sebenarnya tren sudah mulai turun. Bawang putih, cabai, telur, sudah mulai turun. Mudah-mudahan ini terus berlanjut,” ujarnya.
Untuk komoditas daging sapi, Luh memastikan kondisinya masih stabil. Saat ini harga daging sapi berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram dan dinilai masih dalam batas normal. “Daging sapi stabil, masih normal dan aman,” tegasnya.
Sementara itu, harga daging ayam berada di kisaran Rp40 ribuan per kilogram. Ia mengakui ada sedikit kenaikan, namun sangat tipis dan tidak signifikan. “Daging ayam naik tipis, tapi enggak seberapa,” imbuhnya.
Terkait potensi kenaikan harga menjelang Idulfitri, khususnya pada minggu-minggu terakhir Maret, Luh memperkirakan harga relatif stabil. Ia menilai pasokan saat ini sudah lancar dan kondisi pasar mulai seimbang.
Baca Juga : Jelang Idul Fitri, Pemkot Malang Waspadai Praktik Penggelembungan Harga Pangan
“Kalau menurut perkiraan kami, kayaknya stabil. Sekarang sudah mulai tren turun karena pasokan sudah lancar dan masa panen juga,” jelasnya.
Selain faktor pasokan, kondisi libur sekolah dan aktivitas kampus juga turut memengaruhi permintaan pasar. Menurutnya, saat sekolah dan perguruan tinggi libur, permintaan dari katering dan mahasiswa biasanya menurun.
“Kalau tidak libur, permintaan dari katering dan mahasiswa cukup tinggi. Menjelang Lebaran biasanya kampus libur, katering juga libur, jadi permintaan turun. Itu juga berpengaruh terhadap harga,” pungkasnya.
