JATIMTIMES - Perayaan Imlek bertajuk The Great Lunar Harmony di Malang Town Square (Matos) tak hanya menjadi magnet hiburan, tetapi juga berdampak signifikan terhadap perputaran ekonomi. Selama libur panjang Imlek, jumlah kunjungan tercatat mencapai sekitar 50 ribu orang.
Saat akan masuk ke dalam mal, area parkir motor hingga meluber akibat tingginya antusiasme masyarakat. Pemandangan antrean panjang tampak mengular di berbagai tenant.
Baca Juga : Ribuan PBI Nonaktif per 1 Februari, Pemkot Malang Tunggu Kepastian Data Pusat
Pengunjung rela mengantre sambil bercengkerama, memegang nomor pesanan, hingga mengabadikan momen di tengah keramaian sambil menyaksikan pertunjukkan bertajuk The Great Lunar Harmony.
Marketing Communication Manager Matos, Sasmitha Rahayu, mengatakan bahwa perayaan Imlek tahun ini memberikan dampak luar biasa terhadap jumlah kunjungan maupun perputaran ekonomi. Ia menyebut rata-rata perputaran uang per pengunjung mencapai lebih dari Rp 200 ribu.
“Perayaan Imlek bertajuk The Great Lunar Harmony tahun ini mampu menyedot kunjungan yang sangat besar, apalagi bertepatan dengan libur panjang,” kata Sasmita.
“Total kunjungan bisa mencapai sekitar 50 ribu orang, bahkan parkir motor sampai meluber. Dengan jumlah tersebut, perputaran ekonomi per orang bisa lebih dari Rp 200 ribu,” imbuh Sasmitha.
Ia menjelaskan, lonjakan pengunjung ini berbanding lurus dengan peningkatan penjualan tenant, khususnya di sektor kuliner yang menjadi favorit pengunjung. Bahkan ada tenant yang sudah kehabisan stok dan harus menambah lagi.
“Terutama di tenant-tenant makanan, peningkatannya hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Itu sudah terlihat sekali dari antrean panjang dan penjualan yang terus berjalan,” tegas Sasmita.
Baca Juga : Sukses Gelar Kadisparta Cup, JatimTIMES Siapkan Lomba Burung Berkicau Level Wali Kota Cup Kota Batu 2026
Menurut Sasmitha, kondisi ini menunjukkan tingginya minat masyarakat tidak hanya untuk menikmati hiburan, tetapi juga berbelanja dan menikmati kuliner bersama keluarga.
Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan perayaan Imlek tahun sebelumnya, tingkat kunjungan tahun ini relatif sama ramainya. Namun, keunggulan tahun ini terletak pada konsep acara yang dibuat dalam bentuk rangkaian, sehingga mampu menjaga konsistensi jumlah pengunjung setiap harinya.
“Tahun lalu puncaknya memang di satu hari, terutama saat pertunjukan barongsai. Tapi tahun ini kami membuat rangkaian acara. Ya harapannya kondisi ini terus terjadi,” harap Sasmita.
