JATIMTIMES - Lomba burung berkicau Kadisparta Cup atau Piala Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu sukses digelar di Gantangan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad), Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (15/2/2026).
Event yang digelar dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ini berhasil menyedot antusiasme ratusan peserta dari berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti kuat potensi Kota Batu sebagai tuan rumah event komunitas berskala besar.
Baca Juga : Reses Agus Cah DPRD Jatim Ungkap Kebutuhan Mendesak Pemberdayaan Kelompok Rentan
Ratusan kicau mania tidak hanya berasal dari Kota Batu dan Malang Raya, peserta juga datang dari berbagai daerah seperti Pasuruan, Pandaan, Mojokerto, Nongkojajar, hingga Pekalongan. Kehadiran peserta lintas daerah tersebut membuat suasana kompetisi semakin semarak, sekaligus mempererat silaturahmi antar komunitas pecinta burung berkicau.
Event ini merupakan hasil kolaborasi antara JatimTIMES, komunitas Bowo JAYA BC, dan Dinas Pariwisata Kota Batu. Selain menjadi ajang kompetisi, Kadisparta Cup juga bertujuan mewadahi para kicau mania serta membuka peluang peningkatan kunjungan wisata ke Kota Batu.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengungkapkan bahwa kesuksesan event perdana ini menjadi motivasi untuk menghadirkan kegiatan serupa secara berkelanjutan dengan skala yang lebih besar.
“Dan karena ini event yang pertama, harapannya ini sekaligus bisa menjadi event yang terus dilakukan berkelanjutan,” ungkap Onny.
Ia bahkan menargetkan peningkatan level event menjadi Piala Wali Kota Batu pada tahun ini, apabila didukung oleh ketersediaan anggaran.
“Kalau memungkinkan, di tahun ini kita adakan yang di level Wali Kota Cup. Kalau memang memungkinkan dan tersedia anggaran, kita adakan event yang lebih besar lagi,” tambah Onny.
Menurut Onny, tingginya jumlah peserta yang mencapai sekitar 500 kicau mania menjadi indikator kuat bahwa lomba burung berkicau memiliki daya tarik besar dan layak dikembangkan sebagai agenda wisata rutin.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi para penghobi burung, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Banyak peserta luar daerah yang datang bersama rombongan, sehingga turut meningkatkan aktivitas di sektor penginapan, kuliner, hingga usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan.
Baca Juga : Prediksi Awal Ramadan 2026 di Berbagai Negara: Mayoritas Jatuh pada 19 Februari, Ini Penjelasannya
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu, Muhammad Didik Subiyanto mengaku antusias dengan rencana lomba burung kicau Piala Wali Kota Batu. Ia menilai lomba burung berkicau memiliki potensi besar dan layak digelar dengan skala lebih spektakuler.
“Kami berharap ke depan ada lomba burung yang lebih spektakuler lagi. Kami optimistis Disparta bisa mewujudkan event yang lebih besar,” tegas pria yang akrab disapa Bianto ini.
Menurut Didik, lomba burung tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Mulai dari peternak burung, penjual pakan, pembuat sangkar, hingga perawat burung, seluruhnya turut merasakan manfaat dari geliat komunitas kicau mania.
Bahkan, burung yang memiliki kualitas bagus dapat memiliki nilai jual tinggi dan menjadi sumber penghasilan tersendiri bagi pemiliknya.
Untuk diketahui Kadisparta Cup ini, panitia melombakan berbagai kelas favorit, dengan salah satu yang paling bergengsi adalah kelas Murai Batu C. Selain itu, kelas lain seperti Anis Merah, Cucak Hijau, Cendet, Konin, hingga Sogon juga turut dipertandingkan, sehingga memberikan kesempatan bagi semua kalangan penghobi untuk berpartisipasi.
