MALANGTIMES - Andy Novandi warga Desa Sidomulyo Kecamatan Batu berhasil memenangkan juara I kontes kaktus dalam Kontes Bursa Bonsai dan Tanaman Hias. Kaktusnya berhasil menjadi jawara lantaran langka, original, dan usianya tua.
Kaktus yang berhasil menjadi juara itu namanya Cactus Ortegocactus Macdougalli. Usia tanaman hias ini adalah kurang lebih 20 tahun.
Baca Juga : Ditemukan Sepatu, Kaus Kaki, Topi di Dekat Hilangnya Pendaki Gunung di Kota Batu
Tanaman itu tergolong sangat langka. Kemudian performa dari kaktusnya lebih bagus dari ratusan tanaman hias lainnya.
“Lalu dari original bijinya dan kesehatan yang mampu membuat hati juri terpukau,” ungkap Andy, Selasa (16/10/2018).
Meraih juara 2 kaktus spesies astro fukuryu double head seharga Rp 8 juta - Rp 9 juta.
Ia menjelaskan memang cara budidaya kaktus itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan usianya bisa mencapai ratusan tahun. Dan kebanyakan asal kaktus itu dari luar negeri.
Kaktus spesies Echinopsis subdenudata dari Afrika itu milik Mr. Cho seharga kurang lebi Rp 30 juta.
Dan kebanyakan para penggemar itu memang impor dari berbagai negara. “Terlebih seperti menunggu biji kaktus ini sangat lama, dan harus terkena cuaca yang panas dan kering dan terkena sinar matahari 8 jam per hari,” jelasnya saat ditemui di area pameran Batu Panorama, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu.
Karena kelangkaan, usia yang tergolong tua, performa bagus membuat kaktusnya menjadi juara 1. Dengan demikian berpengaruh dengan harga jualnya. “Ini kurang lebih harganya Rp 8 juta sampai Rp 9 juta,” katanya.
Selain menjadi juara 1, ternyata Andy juga melombakan kurang lebih 10 tanaman. Dari 10 tanaman itu satu lagi kaktusnya juara 2.
Ratusan kaktus dan suculen dalam kompetisi bursa bonsai dan tanaman hias di area pameran Batu Panorama, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu.
Baca Juga : Lari seperti Kesurupan, Pendaki Hilang di Gunung Buthak Panderman Batu
Untuk yang juara 2 itu namanya Astro Fukuryu Double Head yang sudah berusia 9 tahun. Menurutnya kaktus itu species aslinya tidak sama dengan aslinya. “Sepecies asli enggak begini. Asalnya dari Afrika, pembiakan dari Jepang jadinya begini,” ujar Andy.
Selain itu dari ratusan tanaman yang dikonteskan dan dipamerkan terdapat kaktus yang harganya mencapai Rp 30 juta. Nama kaktus itu adalah Echinopsis Subdenudata dari Afrika itu milik Mr. Cho Afrika.
Harganya yang tinggi itu karena bentuk atau body-nya asli lonjong, tetapi body itu jadi gepeng. Lalu juga karena warna mutasi jadi varigata, yang semula asli warna hijau dan bentuk meninggi.
“Tapi kaktus ini punya dua hal kesalahan dari bentuk dan warnanya. Nah ini warnanya yang semula hijau jadi kuning, dan lalu usianya sudah tua juga,” tutup pria 42 tahun ini.
