MALANGTIMES - Pembangunan jembatan penghubung di Kota Malang kembali dikebut. Kali ini, ada enam titik jembatan yang masih dalam proses pembangunan dan baru dua yang dinyatakan rampung 100 persen. Akhir tahun, pembangunan pun ditargetkan selesai.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kota Malang Didik Setyanto menyampaikan, dua proyek pembangunan yang kini sudah rampung adalah Jembatan Slamet dan jembatan di Klayatan Gang 1. Empat sisanya yang masih dikerjakan adalah pertama di kawasan Tlogosari, Kecamatan Lowokwaru, yang pengerjaannya sudah 60 persen.
Kemudian Jembatan Amprong saat ini pengerjaan sudah sekitar 95 persen. Selanjutnya pembangunan jembatan Klayatan Gang 2 yang baru terkonstruksi 25 persen dan terakhir Jembatan Purwodadi yang juga masih 25 persen pengerjaannya. "Jadi, masih harus segera diselesaikan di empat titik itu," terangnya.
Lebih jauh dia menyampaikan, selain pembangunan jembatan, pihaknya juga memiliki 37 paket pekerjaan lain. Pembangunan jalan salah satunya. Dari 37 paket tersebut, sebanyak 35 paket pekerjaan telah selsai 100 persen. Sementara, dua paket masih mempunyai progres sebanyak 42 persen dan 35 persen.
“Yang dua itu di Bandulan Barat, karena di sana harus bongkar jalan. Jalannya diganti dengan beton. Penggaliannya butuh umur, beton butuh umur, sehingga memerlukan waktu,” jelasnya.
Dia pun optimistis seluruh paket rampung hingga akhir masa anggaran meskipun dalam proses pengerjaan terkadang ditemukan beberapa kendala. Sebut saja kendala teknis dan komplain dari masyarakat. Terutama saat membangun pedestrian di kawasan pemukiman.
"Masyarakat terkadang takut tanahnya ikut digunakan. Jadi, beberapa kali ya sempat ada saja permasalahan. Tapi pada akhirnya bisa diselesaikan," tutup Didik. (*)
