JATIMTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bisa melengkapi sejumlah sarana dan prasarana (sarpras) untuk mitigasi bencana. Terutama bencana banjir, yang sampai saat ini masih kerap terjadi saat hujan deras turun di Kota Malang.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman mengatakan, hal tersebut salah satunya perlu dilakukan di pemukiman-pemukiman yang diketahui menjadi langganan banjir. Hal tersebut tentu dimaksudkan untuk memitigasi bencana di lokasi rawan banjir.
"Ini perlu ya dilakukan. Karena memang penanganan banjir masih terus berlangsung. Artinya kan meski sudah ada masterplan drainase. Pelaksanaannya juga berproses," ujar Fuad.
Sehingga sudah seharusnya proses penanganan banjir harus diiringi dengan upaya untuk meminimalisasi dampak muncul akibat kemungkinan bencana yang terjadi. Apalagi, titik banjir di Kota Malang juga masih kerap terjadi di daerah tengah perkotaan.
"Seperti di Galunggung. Lalu terbaru yang jadi sorotan itu di Perumahan Sigura-gura Residence. Itu kan tengah perkotaan semua. Setidaknya, dampak yang terjadi bisa diminalisasi selama penanganan banjir (masterplan drainase) sedang berproses," jelas Fuad.
Sebagai informasi, banjir di Sigura-gura Residence kerap terjadi sejak tahun 2010. Dan terbesar terjadi pada tahun 2023 lalu. Saat itu, selain di Sigura-gura Residence, lebih dari 20 titik banjir mengepung Kota Malang.
"Itu kan disayangkan ya, perumahan padat penduduk di tengah kota. Apalagi juga banyak pemukiman lain di sana. Saya sempat dapat informasi saat itu juga ada evakuasi bayi yang masih berusia sekitar satu tahun," terang Fuad.
Untuk itulah, sarpras untuk melakukan mitigasi bencana perlu dibekalkan di daerah-daerah rawan bencana, termasuk di Sigura-gura Residence. Seperti pompa air atau alat lain yang banyak diperlukan dalam penanganan bencana.
Baca Juga : Kawasan Gunung Bathok Terbakar, Api Meluas Akibat Angin Kencang
"Setidaknya ada penanganan pertama yang bisa dilakukan (oleh warga). Meskipun tentunya kita tidak berharap ada bencana yang terjadi," imbuh Fuad.
Politisi PKS yang turut dalam bursa pencalonan wali kota Malang ini mengatakan bahwa hal tersebut akan terus diusulkan. Dan dibahas secara formal dalam forum. Sedangkan beberapa waktu lalu, beberapa daerah juga telah di-dropping sejumlah alat untuk penanganan bencana.
"Beberapa daerah ada yang sudah dilakukan rencana tersebut. Nah ini saya harap bisa terus dilakukan. Tentu sembari mengidentifikasi penyebab banjir yang masih terjadi, juga untuk mengetahui kemungkinan munculnya titik banjir baru," pungkas Fuad.
