JATIMTIMES - Sebanyak 30 anggota karang taruna dari lima kecamatan di Kota Malang mengikuti pelatihan barista yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang.
Sekretaris Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Wahyu Setiawan menyampaikan, pelatihan barista ini berlangsung mulai Senin (13/5/2024) sampai Jumat (17/5/2024) di Hotel Gajahmada Graha.
Dalam pelatihan barista ini, Dinsos-P3AP2KB melibatkan narasumber dari CV Insan Plus yang bergerak di bidang food and beverage consulting. Yakni Santoso Purnomo dan M. Amin Susilo selaku instruktur.
Pelatihan barista ini merupakan bagian dari program kerja Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos-P3AP2KB Kota Malang. Terkait terlaksananya kegiatan ini, Dinsos-P3AP2KB bekerja sama dengan karang taruna Kota Malang.
Wahyu menyebut, pelatihan barista yang melibatkan anggota karang taruna ini juga merupakan bentuk sinergitas yang terjalin antara Dinsos-P3AP2KB Kota Malang dengan karang taruna Kota Malang.
"Ini menjadi program kegiatan bidang pemberdayaan sosial yang berguna agar anggota karang taruna bisa mengembangkan keterampilan dan terhindar dari permasalahan seperti penyalahgunaan narkoba," ungkap Wahyu, Senin (13/5/2024).

Sebanyak 30 peserta pelatihan barista berasal dari 10 kelurahan. Nantinya, program kerja pelatihan kesejahteraan sosial ini akan semakin meluas di seluruh kelurahan yang ada di Kota Malang.
"Saat ini masih ada 10 kelurahan. Masing-masing kecamatan dua kelurahan. Semoga tahun berikutnya teman-teman di bidang pemberdayaan sosial bisa mengembangkan lagi di seluruh kelurahan," ujar Wahyu.
Dinsos-P3AP2KB juga tidak menutup kemungkinan apabila ada peserta pelatihan barista dapat mengembangkan keterampilan dan usahanya agar semakin besar di wilayahnya masing-masing. Terlebih lagi, Dinsos-P3AP2KB telah memberikan peralatan pengolahan kopi serta bahan baku kopi untuk diproses dan dapat disajikan dengan penuh kenikmatan.
"Kita juga sudah berikan mesin pengolah kopi dan juga bahan untuk satu tim kelurahan berjumlah tiga orang," kata Wahyu.
Pihaknya berharap, ke depan para peserta pelatihan barista dapat menangkap peluang usaha di tengah padatnya penduduk Kota Malang, terlebih lagi saat akhir pekan.
"Kita berharap peserta bisa berkembang. Karena kita melihat, Kota Malang saat ini kan lagi konsen di UMKM-nya, terus ekonomi kreatifnya. Lalu kalau sudah weekend Jumat, Sabtu, Minggu, tentunya akan banyak wisatawan yang datang dari luar daerah yang ingin ke Malang bisa menikmati kuliner dan wisatanya," pungkas Wahyu.
