Warga saat proses membuat wayang di Dusun Jetak Lor, Desa Mulyoagung, Kabupaten Malang, Minggu (12/8/2018). (Foto : Irsya Richa/BatuTIMES)
Warga saat proses membuat wayang di Dusun Jetak Lor, Desa Mulyoagung, Kabupaten Malang, Minggu (12/8/2018). (Foto : Irsya Richa/BatuTIMES)

Lewat mural, warga Dusun Jetak Lor, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang merayakan hari Kemerdekaan RI ke-73.

Bahkan tokoh pewayangan jadi mural yang cantik di atas jalan aspal.

Baca Juga : Pernah Bikin Album Bareng, Bebi Romeo Kenang Perjalanan Bermusik Bersama Glenn Fredly

Beberapa tokoh pewayangan seperti Werkudara, Sembrada, Togog dan Gunungan divisualisasikan dalam kreativitas ini.

Ukuran mural ini pun cukup besar yakni tinggi 4 mter dengan lebar 2 meter.

Karena ukuran yang cukup besar itu warga sekitar pun ikut gotong royong membuat lukisan itu bersama-sama, Minggu (12/8/2018).

Beragam warna pun dilukiskan di atas aspal, hitam, kuning, putih, merah, hijau dan sebagainya.

Hanya saja tokoh pewayangan itu dilukis secara cermat dan teliti agar tidak salah. 

“Sebenarnya kami ingin melukis tokoh Krisna dan Semar. Tapi menurut kepercayaan tidak diperkenankan melukis tokoh seperti Krisna semar. Kalau yang lain boleh,” ujar Tirto, tokoh pemuda Dusun Jetak Lor, Desa Mulyoagung.

Proses membuatnya pun berjalan lancar dimulai dari Tirto membuat sketsa pada aspal. Kemudian dilanjutkan dengan warga yang mewarnainya menggunakan kuas dan cat air. 

Menurutnya membuat mural dengan tema pewayangan ini juga menjadi upaya melestarikan kebudayaan. Sekaligus mengenalkan kepada anak-anak siapa saja tokoh pewayangan yang ada. 

“Lewat membuat mural ini salah satu cara warga Dusun Jetal lor untuk melestarikan budaya. Sambil memperingati HUT RI ini,” imbuhnya.

Upaya ini juga untuk mengajak pemuda-pemudi agar kreatif. Sekaligus mengangkat desa lebih kreatif. 

Baca Juga : Sambut HUT ke 106, Wali Kota Sutiaji Ajak Masyarakat Ukir Sejarah Lewat "Malang Bercerita" Bersama MalangTIMES

Sunardi, sesepuh Dusun Jetak Lor Desa Mulyoagung menambahkan kegiatan ini juga untuk mempererat silahturahmi antar warga.

“Mengajak Warga agar gotong royong dan rukun,” kata Sunardi kepada MalangTIMES.

Termasuk untuk meningkatkan kreativitas warga khususnya muda-mudi di dusun tersebut.

“Terlebih memang dusun ini merupakan kampung budaya. Sudah dapat sertifikat sebagai kampung budaya,” jelasnya.

Selain gambar pewayangan, ada lukisan-lukisan lainnya yang beragam. Totalnya ada seratus gambar yang berhasil dilukis di atas aspal.

Seperti Ikon, singa, harimau, rajawali, naga, hiu, gurita, bantengan, kura-kura, zebra, dan sebagainya. Untuk membuat mural itu seluruh biaya berasal dari swadaya masyarakat tersebut. 

Selain itu, rencananya kegiatan memperingati kemerdekaan RI ini anak-anak juga akan diajak untuk melepas bibit lele sebanyak 20 ribu bibit. Rencananya bakal dilepas di Sungai Urung-Urung dan Sungai Braholo di Dusun Jetak Lor.