Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Ternyata motivasi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengunggah foto berita Radar Malang tanggal 19 Juli 2018 dengan headline ‘Dinasti Politik Penguasa Malang Raya' di instagram pribadinya (@dewanti_rumpoko) bukan bermaksud mempersoalkan berita yang diterbitkan tersebut.

Ia justru mengaku tersinggung dengan komentar admin @jawaposradarmalang yang membumbuinya dengan cantik.

Sebeperti diketahui @jawaposradarmalang membalas komentar Dewanti dengan menulis,‘"Bu Dewanti yang cantik, sebagai pejabat publik saran kami Bu Dewanti tidak membikin statement yang asal di media sosial (Instagram). Statement yang tidak mencerminkan sebagai pejabat publik yang berwibawa. Kami dari Jawa Pos Radar Malang mendapatkan berita itu langsung dari Mbak Ganis sendiri lho Bu. Masak kami dibilang hoax. Jangan gitu donk Bu cantik. Saran kami Ibu Dewanti, kalau niatnya guyon cari materi guyon yang lebih cerdas dan mendidik. Apalagi ini menyangkut institusi lain."

Kometar tersebut ternyata yang membuat Dewanti marah. Saat ditanya MalangTIMES terkait hal tersebut ia berulangkali menyatakan tidak begitu mempermasalahkan pemberitaan Radar Malang tersebut.

Melainkan munculnya komentar dengan perkataan cantik yang ia anggap justru tidak menghargainya sebagai perempuan.

“Saya yang marah bukan soal beritanya tetapi jawaban katanya ibu yang cantik. Hei bukan soal itu,” celetuk Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat ditemui di Alun-Alun Kota Batu.

“Terus dibilang tidak cerdas. kita ini jadi wali kota dipilih bukan karena cantik, tapi orang memilih karena kredibilitas, saya sangat tersinggung kalau dibilang begitu,” imbuhnya.

Menurutnya perkataan cantik dengan materi guyon yang lebih cerdas dan mendidik sangat menyinggungnya. Padahal maksudnya mengunggah foto tersebut, lanjut Dewanti, tidak bermaksud mempermasalahkan isi berita meskipun jika beritanya tidak benar.

“Padahal di situ saya tulis ‘Sepertinya belum pasti’ dengan ekspresi tertawa, kata seperti kan sudah jelas belum pasti. Sepetinya ini hoax dengan ketawa karena enggak apa-apa. Hoax pun enggak masalah,” kata Wali Kota Batu periode 2017-2022 ini. 

Ditambahkan, judul berita tersebut dinilainya sudah mendeskriditkan orang. “Karena terus terang berita itu sudah mendeskriditkan, wah dinasti rasanya kan begitu. Seharusnya saya yang marah sama dia,” terangnya dengan santai.

Jawaban dalam komentar itu memang membuatnya penasaran. Namun ia yakin orang yang menulis komentar itu bukan orang mengenal dirinya.

“Wah jawabannya begini, siapa si itu? Saya yakin kalau orang yang kenal saya enggak akan seperti itu. Itu pasti anak-anak baru kemarinlah,” ujar ibu tiga anak ini. 

Akhirnya komentar mereda setelah hadir komentar anak-anaknya. “Akhirnya berhenti komentar. Terus  terang komentar yang lain membela saya. Jadikan akhirnya dia rugi sendiri,” jelasnya.

Istri Eddy Rumpoko ini pun menyesalkan atas komentar yang dilontarkan dalam akun sosial medianya. Seharusnya sejak awal saat ia mengunggah foto tersebut ditanggapi dengan pertanyaan klarifikasi.

“Mestinya dari Radar Malang tanya dahulu bu ini dapat ini, mestinya yang benar bagaimana?,” ujar Dewanti.

Dewanti juga menganggap komentar Pimpinan Redaksi Radar Malang Mardi Sampurno di MalangTIMES yang mengatakan "Oh beda Mbak, itu temen-temen di online. Bukan di cetak, kalau kita kan di korannya. Jadi itu di online," itu suatu hal yang lucu. 

“Itu lucu lagi dengan komentar seperti itu. Tapi apapun itu saya bilang ke Ganis Rumpoko bahwa peristiwa ini malah memopulerkan kamu,” tutup politisi PDIP ini.