JATIMTIMES - Bupati Tulungagung Maryoto Birowo dipastikan tahun ini (2023) mengakhiri masa jabatannya. Jabatan Bupati Tulungagung ini akan berakhir September 2023, mendatang. Jelang akhir masa jabatannya itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung sudah menyusun rencana pembangunan daerah (RPD) 2024-2026 dan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2024.
Sedangkan susunan RPD dan RKP Pemkab Tulungagung nantinya menjadi acuan bagi penjabat (Pj) bupati pengganti selama masa kekosongan. Hal itu yang disampaikan Bupati Tulungagung Maryoto, Selasa (4/4/2023) di kantornya.
Baca Juga : Mengatasi Populisme Politik, Pendekatan Demokratis Berbasis Penyelesaian Masalah dan Partisipasi Publik
Menurutnya, dengan akhir jabatannya itu tentu akan ada masa kekosongan pemimpin daerah, dan peran krusial nantinya bakal diambil alih oleh Penjabat (Pj) Bupati yang ditugaskan selama satu tahun sebelum Pilkada di Tulungagung.
"Penyusunan RPD dan RKPD sebagai pedoman atau pegangan Pj Bupati Tulungagung yang akan ditugaskan untuk menjalankan program prioritas. Mengingat pada masa transisi pergantian pemimpin itu tetap penting untuk menjalankan program-program prioritas," ucapnya.
Saat ini menurut Maryoto, memasuki tahun terakhir masa jabatan bupati, sehingga segala yang ada di visi misi harus tercapai di tahun ini juga. Selama ia menjabat, ada lima program prioritas nasional dan program itu juga sudah disusun.
"Saya berharap bisa dijalankan secara konsisten, selaras dan sesuai dengan target yang ditetapkan," ujarnya.
Maryoto menjelaskan, lima progran tersebut di antarannya adalah peningkatan SDM, pembangunan infrastruktur untuk peningkatan perekonomian, efisiensi birokrasi dan regulasi, transformasi ekonomi untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Tulungagung.
"Untuk bidang masing-masing juga harus tercapai pada tahun ini," paparnya.
Masih menurut Maryoto, saat ini memasuki tahun prima RPJMD dan diwajibkan menyusun RPD atau rencana pembangunan daerah. Sebab, RPD itu nantinya menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan oleh Pj Bupati.
"Dasarnya RPD, dan RPD ini juga sudah rampung Maret 2023 dan akhir Maret kemarin sudah di Perdakan serta sudah disampaikan paparan di provinsi," ungkapnya.
Masih kata Maryoto, pihaknya juga sudah menyusun capaian-capaian kinerja. Dan, harapannya keberhasilan ini nantinya tetap ditindaklanjuti oleh bupati selanjutnya atau Pj Bupati.
"Kita sudah menyusun capaian-capaian dan capaian itu sudah kita sampaikan dan disetiap indikator InsyaAllah sudah tercapai. Sedangkan juga telah RKPD disusun," paparnya.
Maryoto menambahkan, sejalan dengan penurunan kemiskinan makro, angka kemiskinan ekstrem terus mengalami penurunan. Bahkan, kini Tulungagung menjadi daerah satu-satunya di Jawa Timur yang jumlah penduduk miskin ekstremnya 0 persen.
"Jumlah penduduk ekstrem 0 persen hanya ada di Tulungagung. Jadi kita tetap pertahankan, jangan sampai rentan miskin jatuh ke miskin ekstrem," pungkasnya.
