MALANGTIMES - Indonesia, khususnya Jawa selalu menjadi medan magnet kuat bagi orang-orang Eropa. Tak terkecuali budaya membagikan makanan dan minuman setiap bulan Ramadan atau dikenal dengan takjil, seperti yang terlihat di Jalan Raya Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Rabu (30/5/2018).
Budaya takjil walau secara arti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak tepat disandangkan kepada hidangan berupa makanan dan minuman di bulan puasa.
Baca Juga : Aksi Tak Terpuji Bule di Bali, Pandemi Covid-19 Malah Party
Karena secara arti takjil adalah mempercepat (dalam terbuka puasa), tapi telah menjadi begitu familiar disandangkan kepada aktivitas membagi atau menjual makanan dan minuman di bulan Ramadan.
Lepas dari adanya pergeseran makna dari kata serapan Arab tersebut, budaya takjil ini telah menjadi satu kesatuan bagi masyarakat dalam merayakan Ramadan.
Budaya inilah yang membuat terpesona dua bule dari Inggris bernama Matt dan Isabelle yang terlihat larut dalam kegembiraan memberikan makanan dan minuman berbuka puasa kepada para pengendara maupun warga sekitar.
Matt dan Isabelle terlihat begitu antusias dalam merayakan budaya yang di negaranya tidak pernah ada dan diketahuinya tersebut.
Bahkan, sebelum membagikan minuman berbuka puasa kepada para pengendara, mereka dengan asyiknya membantu panitia yang berasal dari Pemuda Majoe 58 Community, UMKM AKU MANDIRI dan Airsofter Jawa Timur, memasukan minuman ke gelas-gelas plastik.
"Saya sangat senang sekali merasakan salah satu tradisi ini. Ini sangat hebat, saya suka di sini," kata Isabelle kepada MalangTIMES yang dengan lincah memindah minuman segar dari baskom besar ke gelas-gelas plastik.
Matt warga negara Inggris saat memberikan minuman berbuka puasa (Nana)Rasa senang Isabelle tersirat di parasnya. Walau cuaca terbilang terik saat itu, tapi tidak membuat dirinya terlihat kecapekan. Senyumnya terus muncul sambil meladeni pertanyaan media.
Baca Juga : Aksi Tak Terpuji Bule di Bali, Pandemi Covid-19 Malah Party
Isabelle dan Matt sudah dua minggu berada di wilayah Sumberpucung. Mereka menginap di salah satu penginapan ala backpacker di wilayah tersebut. Selama mereka di Kabupaten Malang itulah, rasa penasaran terhadap tradisi membagi-bagi makanan semakin kuat.
"Kami sudah pernah di Karangploso tapi baru merasakan kegembiraan membagikan takjil di sini. Ini sangat hebat sekali. Saya bisa merasakan langsung bagi takjil," ucapnya lagi sambil membawa beberapa minuman segar dan menawarkannya kepada para pengendara.
Sontak saja, keberadaan mereka juga membuat para pengendara ikut terkaget-kaget melihatnya. Pasalnya, selama ini mereka jarang melihat bule ikut serta membagikan takjil.
Matt yang menemani Isabelle terbilang pendiam. Hanya senyum dan jempolnya saja yang kerap diacungkan, sebagai rasa senang dan apresiasinya atas salah satu tradisi masyarakat di bulan Ramadan.
