Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Budaya dan Seni Sejarah Masuknya Islam ke Malang .

Makam Kuno Sengguruh, Jejak Nyata Perkembangan Islam di Malang

Penulis : Pipit Anggraeni - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

22 - May - 2018, 16:26

Placeholder
Ilustrasi Makam Islam (Pipit Anggraeni)

MALANGTIMES - Salah satu sumber sejarah perkembangan Islam di Malang adalah keberadaan makam kuno. Di beberapa daerah yang diyakini sebagai embrio perjalanan Islam, telah ditemukan beberapa makam kuno Islam.

Salah satunya makam yang terletak tak jauh dari Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Makam tersebut diperkirakan milik Ki Ageng Sengguruh, penguasa Sengguruh pasca-Kerajaan Sengguruh ditaklukkan Kerajaan Demak.

Baca Juga : Situs yang Ditemukan di Desa Pendem Batu Ternyata Arca Siwa Trisirah

Setelah ditaklukkan Demak, Kerajaan Sengguruh yang mulanya merupakan kerajaan Hindu berubah menjadi daerah bagian Demak dan beraliran Islam. Penguasanya pun disebut dengan istilah Ki Ageng Sengguruh.

"Itu masih sebatas kemungkinan karena sampai sekarang juga masih belum diketahui dengan pasti itu makam siapa. Tapi sepertinya adalah makam Ki Ageng Sengguruh," kata sejarawan Malang Dwi Cahyono kepada MalangTIMES.

Sengguruh Islam berkembang pada pertengahan abad 16 M. Tak jauh dari Gibig (sekarang Gribig) yang mulai tertancap pengaruh Islam sejak awal abad 16 M. Dapat dikatakan, Sengguruh menjadi daerah tertua kedua setelah Gibig yang dijadikan kawasan untuk menyebarkan ajaran Islam. 

Sementara itu, di sekitar makam, terdapat beberapa tanda kekunoan. Dimulai dari bentuk nisan serta keberadaan cungkup. Selain itu, ditemukan batu bata berukuran besar, sumur kuno, lumpang batu, hingga umpak atau pelandas tiang. "Kemungkinan area makam tersebut adalah rumah tinggal penguasa di Sengguruh pasca-Kerajaan Sengguruh (setelah 1545)," tambah dosen sejarah Universitas Negeri Malang itu.

Namun uniknya, lanjut Dwi, makam yang dikenal dengan identitas Ki Ageng Sengguruh tak hanya ditemui di Malang, tetapi juga terdapat di Tulungagung. Belum ada sumber yang menyebut hubungan di antara kedua makam tersebut.

Baca Juga : Indah nan Lengang, Nostalgia Kesejukan Malang Raya ketika Belanda Datang Lewat Lukisan Abraham Salm

Dwi memperkirakan, keduanya masih memiliki hubungan darah. Dalam tafsir yang berkembang, Ki Ageng Sengguruh yang dimakamkan di Tulungagung adalah pioner penyebaran ajaran Islam di kawasan Rejotangan, Tulungagung. "Tapi itu masih belum jelas ya dan penafsirannya bisa dibawa ke sana," kata pria ramah itu.

Yang menarik, kedua makam tua tersebut memiliki kemiripan. Yakni keduanya terletak di daerah aliran sungai (DAS) Brantas. "Jadi kemiripannya, dua-duanya (makam) berada di DAS Brantas," pungkas Dwi. (*)


Topik

Hiburan, Budaya dan Seni sejarah-islam-di-malang masuknya-islam-di-malang Makam-Kuno-Sengguruh



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Pipit Anggraeni

Editor

Sri Kurnia Mahiruni