Beragam cara dilakukan merayakanmHari Kartini. Seperti halnya dilakukan pelajar TK/RA di Kota Batu berkompetisi Marching band dalam kegiatan bertajuk Kartini Days Marching Kids Festival. Totalnya ada sejumlah 13 sekolah TK/RA se Kota Batu, tak hanya memainkan Marching band, tetapi mereka juga melestarikan budaya.
Yang menarik, kostum tidak hanya seragam drumband biasanya. Kali ini kostum yang dikenakan peserta beragam. Yakni pakaian adat dari Sabang hingga Merauke. Misalnya Sumatera, Papua, Madura, dan sebagainya di halaman Balai Kota Among Tani.
Dengan percaya diri, para peserta bermain musik untuk memikat dewan juri. Lagu yang dibawakan pun beragam, mulai lagu nasional hingga lagu anak-anak. Merak tampil dihadapan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.
Ya melalui kegiatan yang gelar oleh Ikatan Persaudaraan Pelatih (IPP) Kota Batu mengajarkan pada anak agar tidak lupa akan budaya Indonesia. Sambil berkreatifitas melalui alat musik.
"Selain mengajarkan melalui kostum, tapi juga belajar kebersamaan, kekompakan, hingga menyamakan nada menjadi harmoni," ungkap Agus Junaidi, Ketua Pelaksana Kartini Days Marching Kids Festival.
Menurutnya kegiatan ini merupakan salah satu cara agar nanti anak memiliki kesibukan, agar terhindar dari kegiatan negatif. "Salah satu cara agar anak punya kegiatan yang positif, dipupuk sejak dini. Supaya tidak terjerumus misalnya narkoba dan pergaulan bebas," imbuhnya kepada BatuTIMES.
Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan melihat antusias tinggi dari para pelajar TK/RA, meminta agar kegiatan ku bisa berlanjut.
"Kalau bisa kegiatan seperti ini bisa digelar lagi. Karena antusias anak-anak tinggi, sekaligus menguji kepercayaan diri pada anak," ujar Dewanti.
