MALANGTIMES - Menyuarakan protes tak harus dengan cara frontal. Terlebih protes terhadap tindakan perusakan yang tak kunjung terhenti meski berbagai demo digelar di jalanan.
Seperti yang dilakukan mahasiswa seni Universitas Negeri Malang (UM) yang menyerukan keprihatinan mereka melalui goresan kanvas dan karya instalasi yang pekan ini disajikan di Gedung Sriwijaya, Kota Malang.
Baca Juga : Trending Twitter! Buku Karya Tere Liye Jadi Barang Bukti Aksi Vandalisme Anarko
Menggelar pameran bersama bertajuk Balekno, sembilan seniman muda kompak menyuarakan kritik terhadap perilaku sosial masyarakat yang dinilai lebih percaya terhadap mitos, berita hoax, dan fitnah.
Kepercayaan yang dinilai salah arah itu secara tidak langsung menyebabkan berbagai kerusakan alam dan konflik sosial hingga lunturnya nilai-nilai budaya lokal.
Misalnya dalam seri lukisan Silent Pandemonium karya seniman Ovilia Anggi. Sekitar lima lukisan menggambarkan perilaku manusia yang saat ini banyak terlena dengan pencitraan di media sosial.
Lukisan-lukisan Olivia Anggi banyak menampilkan wajah-wajah perempuan, ada yang mengenakan beragam topeng, ada pulang yang seolah-olah akan dijamah tangan-tangan asing.
Sementara terdapat pula seri lukisan berjudul Ojo Dumeh karya seniman Pungky Novita Sari. Dalam lukisan-lukisannya, Pungky menghadirkan sosok-sosok Punakawan dalam epos pewayangan. Tokoh Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong dihadirkan dengan pola pewarnaan yang kontras.
Baca Juga : Beredar Proposal Skripsi "Hak Istimewa Luhut Binsar Pandjaitan", Ini Klarifikasi Unsoed
Misalnya, mereka digambarkan berwajah merah dengan latar hitam. Ada juga sosok Semar yang wajahnya digambarkan dalam tiga warna dengan arah pandangan yang berbeda-beda.
pameran balekno(Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)Dosen pembimbing sekaligus kurator pameran Fenny Rochbeind mengungkapkan, pemilihan judul Balekno bukan sekadar tema. Melainkan suatu imbauan lewat tampilan visual, bentuk dan warna bahwa semua manusia mengharapkan kebaikan.
"Kebaikan itu indah, keindahan. Balekno ini ajakan untuk kembali pada nilai-nilai kebaikan yang tentu berdampak pada pelestarian hal-hal yang baik," ujar Fenny.
