Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Lewat Ritual Khusus, UB Berhasil Koleksi Tombak Asli Milik Patih Gajah Mada

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Heryanto

17 - Nov - 2017, 00:12

Placeholder
Seorang mahasiswi UB berkesempatan memegang tombak milik Patih Gajah Mada yang berhasil dikoleksi Pusat Studi Peradaban UB lewat proses ritual khusus, Kamis (16/11/2017) (Foto : Sahrul Hidayah/MalangTIMES)

MALANGTIMESAda yang menarik di acara Focus Group Discussion (FGD) batu mulia di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB), Kamis (16/11/2017). 

Sebuah pusaka berupa mata tombak menjadi perhatian para peserta FGD yang hadir dalam acara tersebut. 

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya

Bagi orang yang tidak memahami karakteristik dan jenis pusaka zaman lampau benda ini terlihat seperti barang biasa saja. 

Namun, pusaka dengan panjang sekitar 15 centimeter lebih ini jika diamati dengan seksama akan terlihat berbeda dari pusaka lain yang juga dipajang di depan aula tersebut. 

Bagi orang yang memahami dunia pusaka peninggalan zaman kerajaan-kerajaan di Indonesia, pusaka yang satu ini memiliki pamor luar biasa. Bahkan, rancang bangun mata tombak dan besinya berjenis khusus yang tidak mungkin dibuat oleh pengrajin kekinian. 

Mata tombak yang sekarang menjadi koleksi khusus Studi Peradaban UB ini merupakan salah satu pusaka andalan Patih Gajah Mada saat itu. Bagaimana UB bisa mengoleksi benda bersejarah tersebut?

Kepala Pusat Studi Peradaban UB, Dr Moh Fadli, SH, M.Hum membenarkan bahwa tombak pusaka itu milik Patih Gajah Mada. Yang membuat unik dan penasaran, pusaka ini ternyata didapatkan tidak dengan cara-cara yang sederhana. 

Ada ritual khusus yang dilakukan lewat bantuan seorang ahli supranatural untuk meminta pusaka ini kepada yang empunya. 

"Tombak itu baru beberapa waktu lalu kami peroleh. Prosesnya sedikit panjang lewat ritual khusus yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu saja. Kami meminta bantuan seorang kyai untuk bisa mendapat benda bersejarah tersebut," bebernya.     

Ketua Pelaksana Focus Group Discussion (FGD) Batu Mulia Nusantara UB, Wing Setiawan menguatkan bahwa pusaka itu memang didapat dari proses-proses yang tidak biasa. 

Mata tombak tersebut bernama  Dapoer Godong Pring. Ditemukan di Kediri sekitar satu bulan lalu, tepatnya di sebuah makam seorang wali bernama Mbah Mursyad.

Baca Juga : Dalam Tiga Jam, Dua Insiden Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

"Saat ziarah ke sana tim Pusat Studi Perdaban UB mendapatkan wangsit bahwa ada tombak di sekitaran makam. Setelah itu, kami konsultasikan dengan kyai kami. Ternyata tombak itu milik Gajah Mada sebelum menjadi seorang patih," Jelas Wing. 

Ritual pengambilan pusaka ini pun dimulai. Penarikan pusaka ini melalui sejumlah tahapan ritual. Salah satunya dengan memanfaatkan media minyak khusus dan taburan bunga.

Bukti yang menguatkan bahwa tombak ini adalah milik Patih Gajah Mada, lanjut Wingki,  di daerah ditemukannya benda pusaka tersebut, diyakini pernah menjadi tempat singgah Patih Gajah Mada. 

Pusaka tersebut tertinggal atau memang sengaja ditinggal sebagai penanda kekuasaan sekaligus salah satu bukti bahwa Patih Gajah Mada pernah mengunjungi tempat tersebut.

"Orang sakti zaman dahulu suka meninggalkan sesuatu sebagai tanda kekuasaan atau bukti bahwa ia pernah singgah di situ," beber Wing.

Setelah melalui serangkaian proses supranatural, diperolehlah tombak tersebut dalam kondisi tanpa pegangan. 

Setelah dalam genggaman, pusaka ini ditreatment khusus berupa penyucian yang diistilahkan dengan Warangi. Tujuannya agar bisa memunculkan pamor dari mata tombak tersebut. Salah satunya muncul garis tengah tanpa putus dari ujung ke ujung. 

Selain tombak milik Patih Gajah Mada, pusaka lainnya yang juga tak kalah menarik perhatian adalah Kadga. Kadga diyakini sebagai prototype pertama dari keris. Pusaka ini ditemukan di Sungai Brantas dan sudah diteliti oleh banyak Arkeolog. "Kadga ini sama dengan gambar di beberapa relief candi seperti Candi Borobudur," pungkasnya.


Topik

Peristiwa Focus-Group-Discussion FGD-batu-mulia Fakultas-Hukum Universitas-Brawijaya Studi-Peradaban-UB tombak-Patih-Gajah-Mada



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Heryanto