MALANGTIMES - Kecelakaan naas menimpa EB (41), warga Simpang Sulfat. Dia terlibat kecelakaan adu banteng dengan SK (19), warga Desa Ngaji RT 3/RW 7 Kerek, Tuban, hingga menyebakan kedua korban luka parah di kepala dan badan.
Baca Juga : Dosen UM yang Sempat Positif Covid-19, Sudah Diperbolehkan Meninggalkan Rumah Sakit
Kejadian tersebut terjadi di Jalan Borobudur, depan Universitas Widyagama yang kondisi jalannya menikung serta terdapat debu-debu akibat proyek pembangunan di sisi kiri jalan.
Bermula dari motor Kawasaki yang dikendarai EB dengan nopol N 5737 JH yang melaju dari arah barat dengan kecepatan yang cukup kencang. Karena kurang berhati-hati dan jalan di depannya terdapat pembangunan yang menimbulkan debu-debu ke jalan raya sehingga membuat licin, kendaraan pun tidak bisa dikendalikan.
Naas bagi EB. Dari arah berlawanan, muncullah SK yang mengendarai Yamaha Mio bernopol W 6715 ZT yang langsung terlibat tabarkan adu banteng hingga menyebabkan dua pengendara tersebut luka berat dan dievakuasi ke RSSA.
"Saat tu, korban SK juga membonceng temannya DA (18), warga Jatikalang, Prambon, Sidoarjo. Kalau yang dibonceng ini hanya luka ringan," ungkap Kanit Laka Polres Malang Kota Iptu Junaedy.
Baca Juga : Gegara Ahok Diskon BBM untuk Ojol, Said Didu dan Arsul Soni Malah 'Perang' di Twitter
Menurut kanit laka, kejadian tersbeut selain disebabkan kekuranghati-hatian dari pengemudi. Juga disebabkan adanya material-material pembangunan yang meluber ke jalan sehingga hal tersebut juga mengganggu pengguna jalan.
"Ya itu, harusnya kontraktor yang membangun menyirami dan membersihkan jalan tersebut supaya tidak licin dan menyebabkan kecelakaan lagi," ucapnya.
Bahkan sebelumnya, sejam sebelum kecelakaan tersebut, telah terjadi kecelakaan yang melibatkan dua mobil. Namun beruntung, saat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. (*)
