Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa Amarah Turunan Masa Lampau Hingga Masa Kini (2)

Terlepas Mitos Turunan Singosari, Ini Alasan Seseorang Balas Dendam

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Lazuardi Firdaus

29 - May - 2017, 20:29

Placeholder
ilustrasi MalangTIMES

MALANGTIMES - Terlepas dari mitos menurunnya sifat dendam para penguasa Kerajaan Singosari,  seseorang bisa tidak terkontrol emosinya ketika rasa tidak nyaman atau sakit hati melanda. Entah amarah itu dipicu orang lain, teman, atau keluarga.

Karena rasa itulah, seseorang yang sebelumnya pendiam bisa sekejap berubah watak. Dia bisa berubah perangai menjadi seseorang yang tiba-tiba mengganas dan berbuat sesuatu untuk memuaskan nafsu amarahnya terhadap orang yang telah menyakiti hatinya.

Baca Juga : Pakai Baju APD, Tim Medis Evakuasi Jenasah Pria yang Meninggal Mendadak di Singosari

Berkaitan dengan sifat balas dendam, psikolog Universitas Merdeka (Unmer) Malang Al Thuba Septa SPsi MSi  mengungkapkan, munculnya sifat seseorang untuk membalas dendam terkadang bukan karena hanya faktor sakit hati, namun juga karena merupakan sebuah bentukan. 

Bentukan yang dimaksud adalah seseorang itu punya pengalaman yang sangat berpengaruh secara signifikan. Dia rekam dan ingat betul pengalaman itu sehingga berujung munculnya hal yang berbentuk balas dendam.

"Kalau bullying sudah beda konteksnya. Kalau balas dendam, konteksnya lebih ke arah secara langsung kepada seseorang yang memang sebelumnya pernah menyakiti," ungkap Septa. "Balas dendam itu juga bagian dari sifat alami manusia," imbuhnya.

Memang dalam pelaksanaannya, seseorang merasa terpuaskan hatinya bila bisa membalas secara setimpal, bahkan lebih, terhadap orang yang menyakitinya.

Balas dendam bagi seseorang terkadang juga dapat menjadi sarana untuk bertahan hidup. Namun, apa yang didapatkan serta kepuasan setelah melakukan pembalasan bisa hanya bersifat temporer atau sementara.

Baca Juga : Musibah Angin Kencang Rusak Ratusan Rumah di Dua Kecamatan

"Bisa saja seseorang merasa menyesal atau tetap merasa puas. Semua tergantung dari rekaman memori di otaknya di mana rasa atau perbuatan seseorang yang dilakukan dahulu benar-benar menancap pada pikiran," jelas Septa. (*)


Topik

Peristiwa Mitos-Turunan-Singosari sifat-balas-dendam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Lazuardi Firdaus