MALANGTIMES - Melihat keprihatinan penumpang terlantar, mulai pelajar, pasien rumah sakit, hingga lansia akibat demo mogok angkot selama 7-9/3/2017, para Relawan Malang dari komutas Es Teh Anget, hatinya tergugah untuk melakukan tindakan sosial. Nah, hal apa yang mereka lakukan dalam menangani penumpang agar tak keleleran di jalan, salah satu relawan, M. Anas saat ditemui MalangTIMES di Morse Cafe menceritakan awalnya melihat polemik mogok angkutan kota pada Senin, (7/3/2017) lalu, hatinya tergerak dan merintih melihat banyak penumpang aktifitasnya terkendala.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
"Adanya mogok angkot Senin lalu, saya dan teman-teman sedih dengan para penumpang. Sedihnya pelajar berangkat sekolah, lansia ke pasar, pasien rumah sakit tidak bisa naik angkot," kata pria kerab disapa Anas tersebut.
Lalu apa yang bisa dilakukannya untuk membantu mereka yang terbengkalai di jalanan yang bergantung pada angkutan konvensional. Akhirnya, ia berfikir dengan kerabatnya di hari kedua, (Selasa, Red) pagi, Anas mengajak teman-temannya untuk menjadi relawan angkutan gratis khusus pelajar.
Berbekal kendaraan roda dua yang ditempeli kertas bertuliskan 'Relawan Khusus' di plat nomornya itu, mereka tanpa ada persiapan mulai jam 10.00-18.00 WIB berkeliling Kota Malang untuk memberi tumpangan kepada penumpang yang terlantar.
Setiap melihat ada orang membutuhkan tumpangan baik di depan sekolah, pasar, terminal, maupun stasiun dilayani penuh rasa ikhlas (gratis).
"Kami semua di sini menjadi relawan angkutan gratis karena rasa peduli, ikhlas tidak ada unsur anti angkot maupun politik. Kami siap membantu sekuat tenaga kepada orang yang membutuhkan," tegas pria ramah tersebut.
Selama menjadi relawan di hari pertama ia mengalami kewalahan, lantaran jumlah penumpang lebih banyak dibandingkan dengan relawan yang sudah bergabung.
Hari itu juga ia memposting kegiatannya di media sosial sebagai relawan khusus. Dari postingannya banyak netizen luar kota yang berkomentar positif seperti ingin bergabung menjadi relawan khusus.
Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu
Waktu telah berganti, Rabu, (8/3/2017) aksi mogok angkot masih berlanjut. Para relawan khusus jumlahnya semakin bertambah menjadi ribuan dari relawan roda dua maupun roda empat membantu penumpang terlantar.
"Hari kedua, (Rabu, Red) jumlah relawan semakin bertambah mereka siap membantu. Jadi relawan berkumpul di Posko WIFI Corner di Kayutangan, kita lakukan mapping rute penjemputan penumpang," terang pria berambut rapi tersebut.
Selama melakukan relawan khusus mereka saling berkoordinas dengan anggota relawan lainnya. Terkait, saling mengisi untuk penjemputan penumpang.
"Misalkan di sekolah ini jumlah siswanya lebih banyak tapi armadanya kurang, maka kita koordinasi dengan teman-teman untuk menjemputnya. Sebelumnya kita ijin kepada pihak sekolah dulu untuk memberi tumpangan siswanya," tegasnya.
Disamping itu, hari ketiga (Kamis, Red) para relawan jumlahnya meningkat sekitar 1650 kendaraan roda dua dan 170 kendaraan roda dua yang siap menjadi relawan angkutan gratis khusus pelajar Kota Malang.
"Gerakan ini menunjukkan dan memberi contoh nyata bahwa masyarakat Kota Malang punya ikatan solidaritas dan kepedulian yang sangat tinggi. Alhamdulillah, hari ini angkot audah mulai kembali beroperasi," pungkas Anas
