Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Inilah Catatan Bencana Angin Puting Beliung di Kabupaten Malang 2011- 2017

Penulis : Nana - Editor : Lazuardi Firdaus

08 - Mar - 2017, 19:58

Placeholder
Kepala BPBD Kabupaten Malang Iriantoro menceritakan rentetan bencana angin langkisau atau puting beliung di wilayahnya, Rabu (08/03). (Nana)

MALANGTIMES - Wilayah Kabupaten Malang secara geografis termasuk salah satu daerah rawan bencana alam. Faktor cuaca ekstrem dan faktor manusia dalam mengeksplorasi lingkungan telah mengundang berbagai bencana alam yang kerap terjadi. Misalnya angin puting beliung.

Kemarin, Selasa (07/03) sore bencana angin puting beliung melanda  Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Akibatnya, 248 rumah mengalami kerusakan dengan ribxian 33 unit rumah rusak berat, 134 rumah rusak sedang, dan 81 rumah rusak ringan. 

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah

"Sementara korban yang dilarikan ke rumah sakit 1 orang dan 5 orang menjalani perawatan di klinik mantri atau bidan, " ujar Iriantoro, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Rabu (08/03).

Iriantoro juga menyatakan bahwa angin puting beliung di Langlang merupakan yang terparah dibandingkan bencana serupa yang terjadi pada tahun- tahun sebelumnya. "Ini yang paling parah," ucapnya.

Menurut catatan BPBD Kabupaten Malang, bencana angin puting beliung mulai terjadi sejak 2011 di Kabupaten Malang.

Tahun 2011 angin langkisau -sebutan puting beliung- pernah terjadi di Desa Krebet, Bululawang, yang menyebabkan 2 rumah rusak berat, 63 rumah rusak ringan, 3 kandang peternakan rusak, serta pagar sebuah pabrik roboh sepanjang 500 meter.

Tidak berhenti di tahun tersebut. Pada 2013 terjadi tiga kali puting beliung. Pertama, 15 April 2013  di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, yang mengakibatkan 4 rumah rusak berat dan 6 rumah rusak ringan.

Tahun yang sama, tepatnya 29 Oktober,  giliran dua kecamatan yang dilanda puting beliung. Di Desa Polaman, Kecamatan Dampit, mengakibatkan 3 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Kecamatan Kepanjen terjadi di dua desa. Di Desa Panggungrejo, 117 rumah rusak ringan, 8 rumah rusak berat. Kemudian di Desa Mangunrejo adav 13 rumah rusak ringan dan  3 rumah rusak berat.

Mantan sekwan DPRD Kabupaten Malang ini juga menyampaikan bahwa pada 12 November 2013 angin langkisau membuat  2 rumah rusak ringan di Desa Tawangrejeni dan 2 rumah rusak ringan di Desa Gedog Kulon, Kecamatan Turen. Sedangkan di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, satu rumah rusak ringan.

Angin langkisau yang melanda wilayah Kabupaten Malang ini sebenarnya telah diprediksi oleh BPBD melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Joni Samsul Hadi. "Kami mengimbau warga waspada Maret sampai April terhadap berbagai bencana alam. Angin puting beliung adalah salah satunya," kata Joni.

Baca Juga : Lari seperti Kesurupan, Pendaki Hilang di Gunung Buthak Panderman Batu

Tahun 2014 hanya sekali terjadi bencana alam angin langkisau, yaitu di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, dan mengakibatkan 1 rumah rusak berat. Tetapi bencana ini menjadi catatan bagi BPBD bahwa warga wajib meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan.

Pada 2015 bulan Januari terjadi puting beliung di Kecamatan Pakisaji yang mengakibatkan 2 unit rumah rusak berat dan 7 unit rumah rusak ringan. Februari puting beliung terjadi di Desa Tulusayu, Tumpan, yang mengakibatkan 7 rumah rusak berat dan 4 rumah rusak ringan.

Angin langkasau juga menyapa di tahun 2016  dengan intensitas tujuh kali yang menyebabkan 5 rusak ringan dan 2 gedung sekolah mengalami kerusakan di Kecamatan Sumberpucung.

 Beberapa pohon tumbang dan mengakibatkan kerusakan pada mobil yang kebetulan berada tepat di bawah pohon, seperti di Sedayu, Turen. Dan terakhir angin puting beliung memorak-porandakan SPBU di Bululawang.

Tahun 2017 ini angin langkisau juga terjadi di Desa Langlang yang merupakan bencana angin terparah sepanjang sejarah yang dicatat oleh BPBD Kabupaten Malang. "Puting beliung Langlang ini yang terparah karena hampir terjadi 12 RW di 3 dusun dari 4 dusun yang ada di desa, " ujar Iriantoro. (*)


Topik

Peristiwa Catatan-Bencana Angin-Puting-Beliung kabupaten-malang BPBD



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nana

Editor

Lazuardi Firdaus